Internasional

Program Biodiesel B40 Tekan Impor Solar RI 3,3 Juta KL Sepanjang 2025, Target Nol Impor 2026

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan program mandatori biodiesel B40 berhasil menekan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara signifikan sepanjang tahun 2025. Tercatat, impor solar turun sebesar 3,3 juta kiloliter (KL) hingga Desember 2025.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, penurunan ini merupakan dampak langsung dari pemanfaatan biodiesel sebagai campuran BBM. Menurut data Kementerian ESDM, realisasi pemanfaatan biodiesel pada tahun 2025 mencapai 14,2 juta KL, melampaui target yang ditetapkan sebesar 13,5 juta KL atau setara 105,2 persen.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Bahlil menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi landasan untuk langkah selanjutnya. “Jadi ini akibat dari apa? Program biodiesel kita, B40. Insya Allah tolong doakan di tahun 2026 untuk biodiesel B50 sudah dalam uji coba akan selesai di semester pertama, dan di semester kedua kita akan melihat Insya Allah kalau berhasil maka kita akan canangkan untuk ke B50,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (8/1/2026).

Dengan capaian tersebut, Kementerian ESDM berharap seluruh impor BBM jenis solar dapat dihentikan mulai tahun 2026. Kebutuhan solar nasional nantinya akan sepenuhnya dipenuhi dari produksi kilang dalam negeri.

Bahlil menambahkan, kebijakan penghentian impor solar ini juga didukung oleh beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) di Kalimantan Timur. Proyek ini dijadwalkan akan diresmikan pada bulan Januari 2026.

“Dengan demikian kalau B50 kita pakai dan RDMP kita di Kalimantan Timur yang insya Allah kita akan resmikan dalam waktu dekat sudah terjadi, maka kita tidak akan melakukan impor solar lagi di tahun 2026,” ujarnya, seperti dipantau Mureks.

Mureks