Nasional

Presiden Macron Soroti AS yang Makin Menjauh dari Sekutu dan Abaikan Aturan Internasional

Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat (AS) yang dinilainya mulai menjauh dari sekutu dan melepaskan diri dari aturan internasional. Pernyataan ini disampaikan Macron dalam pidato tahunan di hadapan para duta besar Prancis di Istana Elysee pada Kamis (8/1).

AS Dinilai Berpaling dari Sekutu

Macron secara spesifik mengkritik kebijakan AS di bawah Presiden Donald Trump. Menurutnya, AS, sebagai kekuatan mapan, kini secara bertahap berpaling dari sebagian sekutunya.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

“Amerika Serikat adalah kekuatan mapan, tetapi secara bertahap sedang berpaling dari sebagian sekutunya dan membebaskan diri dari aturan internasional,” kata Macron, dikutip dari AFP.

Ia menilai dunia saat ini tengah memasuki era persaingan kekuatan besar yang berisiko membelah tatanan global. “Kita hidup di dunia kekuatan besar dengan godaan nyata untuk membagi-bagi dunia,” ujarnya.

Meskipun turut mengkritik agresivitas China dan menyebut Rusia sebagai “kekuatan yang mendestabilisasi” akibat perang di Ukraina, sorotan Macron terhadap AS menjadi yang paling menonjol.

Mureks mencatat bahwa kritik ini muncul setelah para utusan AS ikut hadir dalam pertemuan penting di Paris yang membahas jaminan keamanan untuk menopang potensi gencatan senjata dalam perang Rusia-Ukraina.

Penangkapan Maduro dan Isu Greenland Picu Ketegangan

Kritik Macron ini disampaikan buntut meningkatnya kecaman internasional terhadap AS setelah pasukannya menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya. Langkah tersebut dinilai banyak pihak sebagai tindakan yang merusak hukum internasional.

Ketegangan semakin memuncak ketika Presiden Trump kembali menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom Denmark. Pernyataan ini memicu kemarahan Denmark dan sekutu-sekutu Eropa lainnya. Pemerintah Denmark bahkan memperingatkan serangan terhadap Greenland bisa berarti berakhirnya aliansi NATO.

Peran Multilateral dan Kedaulatan Eropa

Macron mengakui lembaga-lembaga multilateral saat ini semakin tidak berfungsi secara efektif. Namun, ia menekankan tata kelola global tetap krusial, terutama di tengah kekhawatiran global.

Ia pun menyerukan agar komunitas internasional kembali memperkuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Ini adalah momen yang tepat untuk berinvestasi kembali sepenuhnya di PBB, ketika kita melihat pemegang saham terbesarnya tidak lagi percaya padanya,” katanya.

Selain itu, Macron menegaskan Eropa harus melindungi kepentingannya sendiri, termasuk dengan memperkuat regulasi sektor teknologi. Ia menyoroti pentingnya menjaga independensi akademik serta ruang informasi yang terkendali, di mana pendapat bisa dipertukarkan secara bebas sepenuhnya.

Macron secara tegas membela Digital Services Act (DSA) dan Digital Markets Act (DMA) milik Uni Eropa yang kerap menuai kritik dari AS. “DSA dan DMA adalah dua regulasi yang harus dipertahankan,” katanya.

AS sebelumnya menilai aturan tersebut sebagai upaya untuk memaksa platform media sosial asal AS agar menyensor pandangan yang tidak sejalan dengan kebijakan Uni Eropa.

Mureks