Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Prasetyo Hadi, menjelaskan maksud di balik pertanyaan Presiden sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengenai ‘koalisi kuat’ saat retret di Hambalang. Menurut Prasetyo, hal tersebut merupakan dinamika wajar dalam sebuah pertemuan untuk mencairkan suasana.
“Nggak ada, itu kan biasa lah kan itu suasana dalam sebuah pertemuan itu kan pasti ada titik-titik tertentu yang kita apa ya, semacam me-refresh atau menginikan ulang, ice breaker. Boleh, bisa disebut ice breaking kan juga bisa itu,” kata Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Menteri Sekretaris Negara itu menambahkan, pertanyaan Prabowo bertujuan untuk memastikan kekompakan koalisi. Ia menekankan bahwa kekompakan tersebut tidak hanya berlaku bagi partai-partai yang memiliki kursi di DPR RI, tetapi juga mencakup partai non-parlemen yang menjadi bagian dari koalisi.
“Kita kompak ya, kita solid ya. Kan di situ toh juga tidak sekadar bicara partai-partai yang ada di parlemen kan, termasuk yang tidak punya kursi di parlemen kan juga bagian dari koalisi,” ujarnya, seperti yang dicatat Mureks.
Sebelumnya, pernyataan Prabowo tersebut disampaikan dalam taklimat pada gelaran retret kedua di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Saat itu, Prabowo mulanya mengecek kehadiran para ketua umum partai politik koalisi yang hadir, kemudian menegaskan kekuatan koalisinya.
“Tapi di sini koalisi kita kuat kan? Ketua partai ada semua ya? Ada,” ujar Prabowo dalam acara tersebut.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga sempat memanggil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Ia berkelakar bahwa PKB harus terus diawasi.
“Ketua PKB ada? PKB ini harus diawasi terus ini,” tambahnya.






