Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, akan dimulai pada pekan ketiga Januari 2026. Keputusan ini diambil untuk memperbaiki estetika kota dan mengurai kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Pramono, didampingi Wakil Gubernur Rano Karno, menyatakan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk membereskan tiang-tiang yang telah lama menjadi sorotan publik. “Minggu ketiga (Januari) mulai,” kata Pramono usai menghadiri acara peluncuran kartu Visa Bank Jakarta di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (5/1).
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Pembongkaran tersebut akan dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Langkah ini diambil setelah Pemprov DKI memberikan ultimatum kepada PT Adhi Karya, pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan tiang-tiang monorel tersebut, namun tidak ada tindak lanjut.
“Yaa karena kami sudah mengeluarkan surat, sudah kita kasih batas waktu satu bulan, tapi tidak bisa mereka lakukan, kami akan lakukan sendiri,” tegas Pramono.
Mureks mencatat bahwa tiang-tiang monorel ini telah berdiri mangkrak selama 21 tahun tanpa penyelesaian. Pramono mengaku “gatal” melihat kondisi tersebut dan telah berkonsultasi dengan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelum mengambil keputusan pembongkaran.
Ia meyakini, selain memperbaiki estetika visual kota, pembongkaran tiang-tiang ini juga akan secara signifikan membantu mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan strategis Rasuna Said.




