Rabu, 07 Januari 2026 – Siswa-siswi Sinarmas World Academy (SWA) berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional dengan meraih dua penghargaan bergengsi di Singapura. Inovasi mereka di bidang keberlanjutan dan robotika membuktikan kapasitas siswa SMA dalam menciptakan dampak nyata melalui teknologi.
OceanVoyager: Solusi Pemulihan Terumbu Karang
Tiga siswa SWA, Carlos, Samarth, dan Ruoyi, berhasil menyabet penghargaan Inisiatif Keberlanjutan Terbaik (K-12) dalam ajang EDUtech Asia 2025 Awards Singapore. Penghargaan ini diberikan atas pengembangan OceanVoyager, sebuah kendaraan bawah air yang dioperasikan jarak jauh.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
OceanVoyager dirancang khusus untuk mendukung upaya pemulihan terumbu karang yang rusak akibat kenaikan suhu laut. Inovasi ini menunjukkan bahwa gagasan cemerlang dapat lahir dari bangku sekolah menengah untuk mengatasi tantangan lingkungan global.
RoboKnights SWA Berjaya di World Robot Olympiad
Tak hanya di bidang keberlanjutan, tim RoboKnights SWA yang beranggotakan Audric, Carlos, dan Kate juga berhasil mendominasi World Robot Olympiad (WRO) International Final 2025 di Singapura. Kompetisi robotika bergengsi ini mengusung tema “The Future of Robots”.
Mewakili Indonesia, tim RoboKnights SWA memenangkan kategori Future Innovators – Senior dengan mengandalkan inovasi mereka, LUMA. Mereka berhasil meraih tiga medali emas serta Start-Up Award yang bergengsi, mengalahkan lebih dari 500 tim dari 91 negara. Mureks mencatat bahwa pencapaian ini menegaskan posisi Indonesia di peta inovasi robotika global.
Filosofi Pendidikan SWA Hasilkan Inovasi Berdampak
General Manager SWA, Deddy Djaja Ria, menyatakan bahwa kemenangan ganda di bidang keberlanjutan dan robotika ini merupakan bukti keberhasilan filosofi pendidikan yang diterapkan di SWA.
“Dari pemulihan laut dengan OceanVoyager hingga pemulihan komunikasi manusia melalui LUMA, kemenangan ini lahir dari keyakinan kami: inovasi siswa dapat membawa kebaikan besar bagi dunia,” jelas Deddy.
LUMA sendiri merupakan sebuah headset bantu berbasis AI yang memiliki kemampuan luar biasa. Perangkat ini dapat membaca sinyal otak EEG dan kedipan mata, kemudian mengubahnya menjadi kode morse. Dengan teknologi AI, LUMA dapat memprediksi kata dan mengeluarkannya sebagai suara. Desainnya yang ringkas, terjangkau, dan inklusif bertujuan untuk membantu individu yang kehilangan suara agar dapat berkomunikasi kembali.
Deddy Djaja Ria menambahkan, “Di tengah tuntutan dunia akan solusi inovatif, Sinarmas World Academy (SWA) kembali membuktikan kepemimpinannya dalam dunia pendidikan. Selamat kepada seluruh siswa SWA yang telah meraih pencapaian membanggakan ini!”


