Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti maraknya kasus tawuran yang kerap terjadi di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Ia secara terbuka menduga adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja membenturkan kelompok-kelompok remaja, memicu terjadinya bentrokan.
“Kami menduga memang ada yang, apa ya, membenturkan,” kata Pramono saat ditemui di sela acara peluncuran kartu Visa Bank Jakarta di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, pada Senin (5/1).
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Menurut Pramono, laporan mengenai isu tawuran di Manggarai telah ia terima dari Wali Kota Jakarta Selatan. Ia juga meminta agar wali kota dapat memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dinamika di lapangan dan akar permasalahan yang ada.
“Tetapi nanti secara spesifik saya minta Pak Wali Kota yang menjelaskan,” imbuhnya.
Menanggapi langkah antisipatif yang akan diambil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung menekankan pentingnya menyalurkan energi para pelaku tawuran ke arah yang lebih positif dan produktif.
“Jadi paling utama sebenarnya energi itu harus tersalurkan secara benar. Untuk itu, energi pihak-pihak yang melakukan tawuran sebaiknya disalurkan ke kegiatan bekerja,” pungkasnya.
Sebelumnya, pantauan Mureks mencatat bahwa kepolisian telah mengamankan setidaknya 13 remaja yang diduga terlibat dalam aksi tawuran di Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Insiden ini menambah daftar panjang kasus kekerasan jalanan yang kerap terjadi di wilayah tersebut, menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.




