Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat penegakan hukum di sektor ekonomi sepanjang tahun 2026. Ia menyatakan bahwa negara akan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menertibkan berbagai praktik di ranah perekonomian.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat merayakan malam pergantian tahun bersama masyarakat Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Jumat (2/1/2026). Menurut Mureks, penegasan ini menjadi sinyal kuat bagi pelaku usaha untuk mematuhi regulasi yang berlaku.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
“Kita hadapi dengan penuh semangat dan optimisme. Negara kita akan semakin kuat, dan kita akan bertindak tegas kepada semua perusahaan, semua pihak, yang melanggar akan kita tertibkan semuanya,” ujar Prabowo, dikutip dari pidatonya.
Orang nomor satu di Indonesia itu menekankan bahwa pemerintah tidak akan ragu-ragu untuk mencabut izin usaha bagi perusahaan yang terbukti tidak mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Tindakan tegas ini, lanjutnya, didasari oleh asas menjaga kepentingan bangsa dan negara, terutama kepentingan masyarakat kecil.
“Yang tidak patuh kepada hukum dan UU akan kita cabut izinnya. Kita tidak akan ragu-ragu bertindak kepentingan bangsa kepentingan negara dan terutama kepentingan rakyat kita,” sebut Prabowo dengan tegas.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh program dan strategi yang dijalankan pemerintahannya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Khususnya di sektor ekonomi, ia berharap ekonomi masyarakat dapat bangkit dengan semakin bertambahnya lapangan kerja.
“Saya tegaskan kembali bahwa semua program kita semua, strategi kita semua adalah untuk memperbaiki kehidupan rakyat kita. Kita ingin ekonomi kita bangkit, lapangan kerja kita tambah ya,” pungkas Prabowo, mengakhiri pernyataannya.






