Presiden Prabowo Subianto kembali mengumpulkan jajaran menterinya dalam sebuah retret kabinet di Padepokan Garuda Yaksa Hambalang, Bogor, pada awal Januari 2026. Pertemuan ini menandai fase evaluasi dan akselerasi kinerja kabinet setelah sebelumnya para menteri digembleng di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada awal masa jabatan.
Retret yang disebut sebagai “Taklimat Awal Tahun” ini memiliki nuansa yang berbeda. Jika sebelumnya fokus pada baris-berbaris dan pembentukan fisik, kali ini Prabowo menekankan pada evaluasi mendalam dan percepatan kerja. Menurut pantauan Mureks, suasana pertemuan lebih didominasi oleh “Teguran” yang bertujuan melecut semangat dan meningkatkan produktivitas para pembantunya.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Dalam pertemuan yang berlangsung di rumah pribadinya tersebut, Prabowo memilih untuk “bicara dari hati ke hati” dengan para menteri. Namun, Mureks mencatat bahwa nada yang disampaikan Presiden kali ini jauh lebih mendesak. Pesan tegas Prabowo kepada jajaran kabinetnya adalah: “kerja lebih cepat atau tinggal.” Pernyataan ini mengindikasikan tuntutan tinggi terhadap kinerja dan komitmen para menteri di tahun kedua pemerintahannya.
Seluruh rangkaian evaluasi dan arahan ini diharapkan dapat mendorong kabinet Prabowo untuk bekerja lebih efektif dan responsif terhadap tantangan yang ada. Detil lebih lanjut mengenai hasil retret ini sempat dibahas dalam program Evening Up CNBC Indonesia pada Rabu, 07 Januari 2026.
Referensi penulisan: www.cnbcindonesia.com





