Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan ketersediaan pangan di wilayah terdampak bencana tetap aman menjelang Ramadan, khususnya di Provinsi Aceh. Pernyataan ini disampaikan Rizal dalam konferensi pers di kantor pusat BNPB, Jakarta, pada Jumat (9/1/2026).
Rizal menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan beras, minyak goreng, maupun gula. “Jadi hampir di seluruh kabupaten di Aceh kami memiliki gudang, dan di masing-masing gudang ini stoknya cukup banyak. Jadi masyarakat yang ada di Aceh, khususnya yang terdampak bencana tidak perlu bimbang dan ragu. Apalagi ini mau menghadapi Ramadan,” kata Rizal.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Ia menambahkan, Bulog siap mendukung penuh kebutuhan logistik di daerah bencana. “Jadi stok beras Bulog cukup banyak, minyak juga banyak dan insya Allah gula juga banyak. Jadi kami yakinkan Bulog akan mendukung sepenuhnya untuk kebutuhan-kebutuhan logistik yang ada di daerah bencana, khususnya di Aceh,” sambungnya.
Ketersediaan Pangan di Aceh
Untuk wilayah Aceh, Bulog memiliki 15 gudang yang tersebar hampir di seluruh kabupaten, dengan kondisi stok yang memadai. Menurut catatan Mureks, total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Aceh mencapai 64.889 ton. Angka ini didukung oleh stok minyak goreng sebesar 307.220 kiloliter.
Dari jumlah tersebut, cadangan beras bencana alam yang telah disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 12.561 ton, ditambah cadangan beras daerah sebanyak 154 ton. Atas permintaan Gubernur Aceh, Bulog juga menyalurkan tambahan 5.000 ton beras yang kini telah terdistribusi ke seluruh kabupaten dan kota.
Selain itu, bantuan pangan beras sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan ke Aceh mencapai 8.922 ton, serta bantuan minyak goreng sebanyak 1.784 kiloliter. Penyaluran awal diprioritaskan ke wilayah yang sempat terisolir, seperti Bener Meriah dan Takengon, sebelum dilanjutkan ke Aceh Tamiang dan daerah terdampak lainnya.
Situasi di Sumatra Utara dan Sumatra Barat
Di Sumatra Utara, Bulog mengoperasikan sekitar 19 titik gudang dengan stok yang dinilai cukup. Per 8 Januari 2026, cadangan beras di wilayah ini tercatat sebesar 17.904 ton, sementara stok minyak goreng mencapai sekitar 284.588 kiloliter. Bantuan beras pemerintah untuk bencana alam yang telah terdistribusi mencapai 5.098 ton, ditambah bantuan dari pemerintah daerah sekitar 57 ton. Selain itu, bantuan pangan beras kepada masyarakat tercatat sebesar 15.211 ton, serta bantuan minyak goreng sebanyak 3.042 ton. Proses penyaluran di wilayah ini dinilai relatif lancar karena dampak bencana tidak seberat di Aceh.
Sementara itu, di Sumatra Barat, Bulog memiliki hampir 12 gudang dengan kondisi stok yang hampir penuh. Hingga 8 Januari 2026, stok beras tercatat sebesar 5.508 ton, dengan tambahan sekitar 30.000 ton dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Padang. Stok minyak goreng tersedia sebanyak 15.928 kiloliter. Bantuan beras bencana alam yang telah disalurkan mencapai 1.069 ton, ditambah bantuan antardaerah sebesar 160 ton. Selain itu, bantuan pangan beras kepada masyarakat mencapai 6.795 ton, serta bantuan minyak goreng sebanyak 1.359 kiloliter. Penanganan bencana di Sumatra Barat juga dinilai berjalan cepat, dan fase tanggap darurat telah selesai berkat sinergi berbagai pihak.
Stok Nasional Hadapi Hari Besar
Tak hanya di lokasi bencana, Rizal mengatakan pihaknya turut memastikan kesiapan stok cadangan beras secara nasional untuk menghadapi momentum besar ke depan. “Jadi total stok beras bulog di tanah air adalah 3.351.900 ton,” ungkap Rizal.
Ia menjelaskan, stok tersebut disiapkan untuk menghadapi sejumlah periode penting dalam waktu dekat, seperti Imlek, Ramadan, serta Idul Fitri. “Kesiapan stok ini untuk menghadapi, pertama adalah Imlek dalam waktu dekat. Kemudian menghadapi Ramadan, kemudian menghadapi Lebaran. Insyaallah dengan stok ini akan terus bertambah, karena potensi hasil panen dari Kementerian Pertanian, kami Bulog ditargetkan di tahun 2026 ini targetnya serapannya adalah 4 juta ton,” jelasnya.
Rizal optimis dengan penambahan stok tersebut. “Jadi kalau nambah 4 juta ton (beras), ditambah 3 juta ton (carry over dari tahun 2025) ya hampir 7 juta ton lebih nanti stok kami,” pungkasnya.






