Internasional

Iran Putus Akses Internet Nasional di Tengah Demo Membara, Ali Khamenei Ancam Pedemo dan Tuduh Antek AS

Pemerintah Iran secara drastis memutus koneksi internet di seluruh negeri pada Kamis, 8 Januari 2026 malam. Langkah ini diambil setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, mengeluarkan peringatan keras kepada para pengunjuk rasa yang dituduh melakukan perusakan dan bertindak sebagai antek Amerika Serikat.

Kelompok pemantau daring NetBlock mengonfirmasi pemutusan internet berskala nasional tersebut. “Tindakan ini menyusul serangkaian aksi sensor digital yang meningkat yang menargetkan protes di seluruh negeri dan menghambat hak publik untuk berkomunikasi pada saat yang kritis,” demikian pernyataan NetBlock, dikutip dari Al Jazeera.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Dampak pemutusan akses komunikasi ini juga terasa di sektor penerbangan. Situs resmi bandara Dubai, Uni Emirat Arab, melaporkan pembatalan enam penerbangan dari Dubai menuju kota-kota di Iran pada Jumat, 9 Januari 2026. Dalam catatan Mureks, situasi ini semakin memperburuk isolasi informasi di tengah gejolak domestik.

Seruan Oposisi dan Tuduhan Khamenei

Di tengah kondisi blackout informasi, faksi oposisi eksternal Iran yang dipimpin oleh Reza Pahlevi, putra mendiang Mohammad Reza Shah Pahlevi, menyerukan demonstrasi yang lebih besar. Melalui media sosial, Reza Pahlevi mendesak warga untuk terus turun ke jalan. “Mata dunia tertuju pada kalian. Turunlah ke jalan,” katanya, seperti dikutip Reuters.

Sebelum pemutusan internet, Khamenei menuduh para pengunjuk rasa merusak properti publik dan menjadi pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump. “Semalam di Teheran, sekelompok perusak dan perusuh datang dan menghancurkan bangunan milik negara, milik rakyat sendiri, hanya untuk menyenangkan hati presiden Amerika Serikat,” tegas Khamenei.

Ia juga mendesak Trump untuk fokus mengurus negaranya sendiri tanpa mencampuri urusan internal politik negara lain. Pemerintah Iran sendiri menuduh Organisasi Mujahidin Rakyat (MKO) sebagai dalang di balik kerusuhan yang terjadi.

Kerusakan Meluas dan Tuntutan Perubahan Rezim

Media pemerintah Iran merilis sejumlah gambar yang menunjukkan tingkat kerusakan akibat demonstrasi. Terlihat sepeda motor, mobil, hingga bus terbakar. Stasiun metro dan bank juga tidak luput dari amukan api. Seorang jurnalis dari media pemerintah Iran melaporkan situasi serupa di pelabuhan Rasht, Laut Kaspia. “Ini terlihat seperti zona perang, semua toko sudah hancur,” ujarnya, dikutip Reuters.

Iran telah dilanda demonstrasi besar-besaran sejak akhir Desember lalu. Aksi protes ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap inflasi yang sangat tinggi di negara tersebut. Pihak berwenang dilaporkan menggunakan kekuatan berlebih dalam menanggapi massa.

Isu demonstrasi kemudian meluas, tidak hanya menuntut perbaikan ekonomi, tetapi juga menyerukan perubahan rezim Ali Khamenei. Protes kini berlangsung di hampir seluruh wilayah Iran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian sempat berupaya meredam protes dengan mendorong dialog dan menggenjot pemulihan ekonomi.

Namun, pernyataan Khamenei yang meminta pedemo “ditempatkan pada tempatnya” justru memicu kemarahan warga dan semakin mendorong tuntutan untuk pergantian pemerintahan.

Mureks