Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya mengenai kritik dan koreksi, menyatakan rasa syukurnya atas masukan tersebut. Menurutnya, kritik justru merupakan bentuk bantuan yang dapat menyelamatkan.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025 yang berlangsung di Tennis Indoor, Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, pada Senin, 6 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan pentingnya menerima kritik.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Kritik sebagai Penyelamat
“Kalau kritik malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan. Kadang-kadang kita tidak suka dikritik, kita tidak suka dikoreksi, tapi sesungguhnya itu mengamankan, iya kan?” ujar Prabowo di hadapan para hadirin.
Ia memberikan contoh konkret dari pengalaman pribadinya. Prabowo menceritakan bagaimana ajudannya pernah mengoreksi kancing bajunya yang belum terpasang sempurna sebelum tampil di publik. Tindakan tersebut, meskipun terkadang membuatnya merasa “dongkol”, justru sangat dihargai.
“Jadi kadang-kadang saya dongkol juga sama ajudan saya, cerewet banget nih. Tapi dia menjaga saya, dia menjaga saya. Berapa kali saya diselamatkan, iya kan?” tambahnya, memuji peran ajudannya.
Pengalaman serupa juga ia alami saat masih aktif di militer. Prabowo mengenang momen ketika anak buahnya mengingatkan dirinya yang lupa mengenakan tanda pangkat saat akan apel. “Jadi apa? Dia mengamankan saya. Kritik, koreksi adalah menyelamatkan,” tegasnya.
Mureks mencatat bahwa Prabowo juga menyinggung kritik terkait tudingan ingin menghidupkan kembali militerisme. Ia menyambut kritik semacam itu sebagai kesempatan untuk introspeksi dan mencari kebenaran.
“Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak: ‘Prabowo ini mau hidupkan lagi militerisme’. Wah, baru saya koreksi, apa benar? Oke baru kita lihat, panggil ahli hukum, panggil di mana, iya kan? Mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter,” jelasnya.
Meski demikian, Prabowo tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia. Ia menyatakan bahwa kelompok yang kerap melontarkan “nyinyiran” tidak perlu terlalu dipermasalahkan.
“Jadi saudara-saudara, itu yang ingin saya sampaikan. Kita memiliki masa depan yang bagus walaupun ada kelompok nyinyir, iya kan? Nggak apa-apa, nggak apa-apa. Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja,” pungkas Prabowo.






