Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengamankan puluhan ribu gereja dan ribuan objek wisata sepanjang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam gelaran Operasi Lilin 2025. Pengamanan ini mencakup berbagai fasilitas publik dan titik keramaian di seluruh Indonesia.
Kakorsabhara Polri Irjen Mulia Hasadungan Ritonga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengamanan secara terbuka dan tertutup di 33.800 gereja. Pernyataan tersebut disampaikan Ritonga saat memantau arus balik di Command Center Km 29, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (3/1/2026).
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Selain gereja, Mureks mencatat bahwa Polri juga mengamankan ratusan hingga ribuan lokasi pemberangkatan penumpang dan pusat keramaian lainnya. Rinciannya meliputi 659 terminal, 545 pelabuhan, 185 bandara, dan 295 stasiun kereta api. “659 terminal, 545 pelabuhan, 185 bandara, 295 stasiun kereta api, 2.823 pusat perbelanjaan, 4.277 objek wisata, dan 1.852 titik pada malam tahun baru,” jelas Ritonga.
Untuk mendukung Operasi Lilin 2025, Polri menerjunkan total 312.314 personel yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Personel tersebut ditempatkan di 2.928 pos, yang terdiri dari 1.829 pos pengamanan, 766 pos pelayanan, dan 333 pos terpadu. “Pada tahun ini Polri melaksanakan kegiatan Operasi Lilin diikuti oleh 312.314 personel Polri dengan 2.928 pos yang terdiri dari 1.829 pos pengamanan, 766 pos pelayanan, dan 333 pos terpadu,” ucap Ritonga.
Ritonga menambahkan, tugas Polri dalam operasi ini adalah menjaga liburan dan ibadah masyarakat, memastikan kedamaian dan kenyamanan. “Polri menjaga makna kehidupan lebih dari sekadar pengamanan. Ada beberapa dimensi yang memang kita laksanakan pengamanan secara khusus yaitu satu, pengamanan ibadah dan kegiatan spiritual lainnya,” katanya.
Dimensi pengamanan lainnya yang menjadi fokus Polri adalah:
- Pengamanan suka cita keluarga dan komunitas.
- Pengamanan mobilitas masyarakat.
- Pengamanan pusat-pusat keramaian.
- Pengamanan pusat-pusat perekonomian.
- Pengamanan terhadap ancaman bencana.
- Menjaga keamanan publik.
Upaya ini ditegaskan untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat merayakan Nataru dengan aman dan tenteram.






