Palang Merah Indonesia (PMI) menargetkan seluruh area terdampak bencana di Sumatera dan Aceh, khususnya pembersihan lumpur dan lingkungan, dapat rampung sebelum bulan Ramadan. Upaya masif ini bertujuan agar warga dapat segera kembali ke rumah masing-masing, sekaligus menekan jumlah pengungsi.
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa fokus utama pengiriman bantuan kali ini adalah pada kebersihan lingkungan, terutama rumah-rumah warga yang terendam lumpur pascabencana. “Nah inilah kebutuhan kita agar masyarakat, temanya ialah kebersihan agar kembali ke rumah. Kebersihan untuk kembali ke rumah, itu temanya. Dan itu harus selesai sebelum Ramadhan. Kita butuh waktu sebulan ini untuk bersihkan karena itu banyak sekali,” ujar Jusuf Kalla saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026).
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Menurut Jusuf Kalla, pembersihan rumah menjadi kunci vital agar warga tidak terus-menerus bertahan di pengungsian. Ia menjelaskan pembagian peran, di mana pemerintah akan berfokus membersihkan jalan dan fasilitas umum, sementara PMI mengambil peran strategis dalam membersihkan rumah-rumah warga. “Itulah pengirimannya sesuai dengan temanya tadi, kebersihan untuk kembali ke rumah. Karena itu satu-satunya cara agar pengungsi berkurang. Dan pemerintah akan… kita sudah bicara BNPB, pemerintah yang membersihkan jalan atau tempat umum,” jelasnya.
Mureks mencatat bahwa PMI menargetkan pembersihan puluhan ribu rumah. “PMI itu membersihkan rumah, rumah-rumah. Puluhan ribu rumah harus dibersihkannya. Pengungsinya harus kerja, masyarakat harus kerja tapi kita menyiapkan peralatannya,” tambah Jusuf Kalla.
Sebelumnya, bantuan PMI mulai dimuat ke atas kapal milik Kalla Lines di Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat (2/1/2026). Seluruh logistik dijadwalkan diberangkatkan pada Sabtu (3/1/2026) melalui jalur laut menuju daerah terdampak. Total bantuan yang dikirim mencapai sekitar 2.500 ton.
Bantuan yang diberangkatkan meliputi 41 unit mini ekskavator, 200 unit jet cleaner atau alat semprot air bertekanan tinggi, 20 ribu cleaning kit, 20 ribu pacul, serta 20 ribu sekop. Peralatan ini diharapkan dapat mempercepat proses pembersihan lumpur dan sisa material bencana secara signifikan.
Untuk mendukung efektivitas pembersihan rumah, PMI juga mengirimkan puluhan tangki air. Jusuf Kalla menekankan bahwa air merupakan kebutuhan utama, sebab lumpur tidak dapat dibersihkan hanya dengan peralatan manual. “Kenapa contohnya juga dulu kita punya 60 tangki air untuk mengantar air bersih, sekarang kita kirim 30 untuk pembersihan rumah. Karena rumah, masjid, tempat ibadah tidak bisa dibersihkan hanya dengan cangkul. Harus dengan air dulu,” paparnya.
Ia berharap dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan, seluruh wilayah terdampak sudah bersih total sehingga warga dapat kembali beraktivitas di rumah masing-masing. “Jadi saya harap dalam satu bulan atau dua bulan semua daerah sudah bersih dan mereka kembali ke rumah. Yaitu tema atau tujuan daripada pengiriman ini. Besar sekali. Saya kira 2.600 ton,” pungkas Jusuf Kalla.
Pengiriman kali ini merupakan tahap lanjutan setelah PMI memberangkatkan kapal bantuan pertama dua minggu sebelumnya, sebagai bagian dari upaya pemulihan dan rehabilitasi pascabencana di Sumatera dan Aceh.






