Pasar keuangan global pada tahun 2025 menyajikan kejutan signifikan. Bukan saham atau aset kripto yang menjadi primadona investasi, melainkan perak. Logam mulia ini tercatat membukukan penguatan fantastis hingga 148% sepanjang tahun lalu, menjadikannya aset dengan imbal hasil tertinggi.
Perak Pimpin Kenaikan, Ungguli Aset Berisiko Tinggi
Menurut data Global Market Investor yang juga Mureks mencatat bahwa, kinerja perak jauh melampaui ekspektasi banyak pihak. Kenaikan 148% ini menempatkan perak sebagai aset paling berharga di tahun 2025, di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Di posisi kedua, saham-saham logam tanah jarang atau rare earth stocks menunjukkan performa impresif dengan kenaikan sebesar 93%. Menyusul di urutan ketiga adalah saham-saham uranium yang menguat 68%.
Sementara itu, aset safe haven lain, emas, menempati posisi keempat dengan imbal hasil 63%. Diikuti oleh saham-saham di negara berkembang (emerging market stocks) yang memberikan keuntungan 34%.
Menariknya, pasar saham Amerika Serikat, meskipun mencatatkan imbal hasil di atas rata-rata, kinerjanya masih lebih rendah dibandingkan pasar negara berkembang, dan jauh di bawah perak maupun emas.
Geopolitik dan Ekonomi Dorong Kinerja Aset Safe Haven
Tahun 2025 memang menjadi periode yang penuh tantangan bagi aset-aset berisiko tinggi. Ketidakpastian geopolitik global yang meningkat, perlambatan pertumbuhan ekonomi di mayoritas negara, serta konflik berskala masif di Timur Tengah dan Eropa, menciptakan sentimen kehati-hatian di kalangan investor.
Kondisi ini secara alami mendorong investor untuk beralih ke aset-aset yang dianggap lebih aman atau safe haven, seperti perak dan emas. Kedua logam mulia ini menjadi pilihan utama untuk melindungi nilai investasi dari volatilitas pasar.
Adapun penguatan saham logam tanah jarang dapat dijelaskan oleh nilai strategis logam-logam tersebut yang sangat berharga dan menjadi objek perebutan banyak negara. Permintaan yang tinggi dan pasokan yang terbatas turut mendongkrak harganya.
Dengan dinamika pasar yang masih berlanjut, menarik untuk menantikan apakah tren kenaikan aset-aset ini akan berlanjut di tahun 2026.






