Pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi kini banyak mengandalkan parkiran rumahan yang tersebar di sekitar area stasiun. Fenomena ini muncul sebagai respons atas keterbatasan lahan parkir resmi yang tidak mampu menampung tingginya mobilitas komuter setiap hari.
Pantauan Mureks pada Kamis, 08 Januari 2026, menunjukkan puluhan hingga ratusan sepeda motor memadati area parkir non-resmi tersebut sejak pagi hingga petang. Lokasi-lokasi ini sebelumnya merupakan pemukiman warga atau bidang tanah kosong yang kini dialihfungsikan menjadi tempat penitipan kendaraan.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Keterbatasan kapasitas parkir di dalam stasiun mendorong para pengguna KRL mencari alternatif. Menurut Mureks, parkiran rumahan menawarkan tarif harian yang lebih terjangkau, berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000, tergantung lokasi dan fasilitas yang ditawarkan.
Kondisi ini mencerminkan padatnya aktivitas warga yang bergantung pada KRL sebagai moda transportasi utama untuk perjalanan harian mereka. Solusi parkir informal ini menjadi pilihan praktis bagi para komuter yang ingin memastikan kendaraannya aman selama beraktivitas.




