PEKALONGAN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memastikan akan melakukan inspeksi dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil guna mencegah potensi masalah kesehatan yang dapat timbul dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), baik pada dapur yang sudah beroperasi maupun yang masih dalam tahap persiapan.
Wakil Bupati Pekalongan Sukirman mengungkapkan, pihaknya menerima laporan mengenai lokasi dapur program MBG yang berdiri di lingkungan kurang sehat. Beberapa temuan, menurut Mureks, termasuk dapur yang berdekatan dengan tempat pembuangan sampah, tumpukan barang rongsok, hingga aliran sungai yang tercemar.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
“Temuan tersebut dinilai berisiko dan perlu ditindaklanjuti secara serius. Program MBG menyangkut kesehatan masyarakat terutama anak-anak sehingga tidak boleh ada dapur yang berdiri di lokasi yang berpotensi menimbulkan dampak negatif,” tegas Sukirman di Pekalongan, Jumat (09/01/2026).
Sebagai Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kabupaten Pekalongan, Sukirman menambahkan bahwa pihaknya bersama instansi terkait akan turun langsung ke lapangan. Tujuannya adalah memastikan setiap dapur MBG memenuhi ketentuan teknis, standar keamanan pangan, serta persyaratan kesehatan lingkungan. “Kemudian, hasil pengecekan tersebut, nantinya juga akan dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.
Selain isu lokasi, Sukirman juga menyoroti persoalan distribusi bahan pangan. Ia menyebut adanya keluhan dari pedagang pasar terkait pasokan bahan baku dapur SPPG yang masih banyak didatangkan dari luar daerah. “Potensi petani dan pelaku usaha lokal di sini cukup besar. Ke depan, kami berharap mereka bisa lebih dilibatkan agar manfaat ekonomi dari program ini juga dirasakan masyarakat di daerah ini,” jelasnya.
Mureks mencatat bahwa saat ini, realisasi dapur SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis baru mencapai sekitar 30 persen dari total kebutuhan yang diperkirakan mencapai 78 dapur di seluruh Kabupaten Pekalongan.
“Kami berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan optimal, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari,” pungkas Sukirman, menekankan komitmen Pemkab Pekalongan terhadap kualitas dan keamanan program.






