Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sekretariat Negara (Mensesneg) akan segera memulai pembangunan proyek waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik. Proyek strategis ini direncanakan tersebar di 34 titik di 34 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan fokus pada daerah yang menghadapi tantangan volume sampah yang signifikan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan respons terhadap volume sampah harian yang telah mencapai angka mengkhawatirkan. “Waste to Energy akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari,” kata Prasetyo kepada wartawan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1) malam.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Prasetyo menekankan bahwa proyek ini dirancang khusus untuk daerah-daerah dengan timbunan sampah harian rata-rata mencapai 1.000 ton. Menurut Mureks, data ini menunjukkan urgensi penanganan sampah yang tidak bisa ditunda. “Ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah,” ucapnya, menggarisbawahi pentingnya solusi cepat dan efektif.
Selain proyek waste to energy, Prasetyo juga menjelaskan bahwa pemerintah akan segera melakukan groundbreaking proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Program-program lain di bidang energi dan pertanian juga menjadi prioritas pemerintah dalam upaya mencapai kemandirian dan keberlanjutan.


