Nasional

Trump Undang Presiden Kolombia Gustavo Petro ke Gedung Putih Usai Ancaman Militer Terkait Narkoba

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengundang Presiden Kolombia Gustavo Petro ke Gedung Putih pada Rabu (7/1). Undangan ini disampaikan tak lama setelah Trump sempat mengancam Kolombia dengan aksi militer terkait dugaan perdagangan narkoba.

Undangan tersebut muncul menyusul percakapan telepon pertama antara kedua pemimpin sejak Trump kembali menjabat pada Januari 2025. Menurut laporan Reuters yang juga dipantau Mureks, Trump menyatakan pertemuan itu akan digelar dalam waktu dekat, meskipun tanggal pastinya belum disebutkan.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Melalui platform Truth Social, Trump menulis, “Merupakan kehormatan besar berbicara dengan Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang menelepon untuk menjelaskan situasi soal narkoba dan berbagai perbedaan yang kami miliki.” Trump menambahkan bahwa ia menghargai nada bicara Petro dan siap bertemu langsung. Pertemuan di Washington D.C. itu kini sedang dipersiapkan oleh Sekretaris Luar Negeri Marco Rubio bersama Menteri Luar Negeri Kolombia.

Ketegangan Sebelumnya dan Ancaman Militer

Sebelumnya, pada 3 Januari lalu, Trump sempat melontarkan peringatan keras kepada Petro. Peringatan ini disampaikan setelah AS melancarkan operasi militer ke Venezuela dan berhasil menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Trump bahkan menuding Petro terlibat dalam perdagangan narkoba tanpa bukti yang jelas, dan menjatuhkan sanksi finansial terhadap dirinya serta keluarganya.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan intervensi militer terhadap Kolombia, Trump memberikan jawaban singkat. “Itu terdengar bagus,” ujarnya, seperti dikutip dari AFP.

Respons Tegas Petro dan Pelunakan Sikap

Secara terpisah, Presiden Petro menanggapi ancaman Trump dengan sikap tegas. “Saya siap mengangkat senjata,” kata Petro pada Senin (5/1), sembari menyerukan demonstrasi nasional sebagai bentuk perlawanan terhadap ancaman tersebut.

Meski demikian, Petro mengaku melunakkan sikapnya setelah berbicara selama sekitar satu jam dengan Trump melalui telepon. Mureks mencatat, laporan AFP pada hari ini (8/1) mengonfirmasi bahwa Petro menyatakan akan menghadiri pertemuan di Gedung Putih. Ia juga meminta agar kedua negara “membangun kembali komunikasi langsung antara presiden dan kementerian luar negeri.”

Kolombia dan AS memiliki sejarah panjang kerja sama di bidang militer dan ekonomi. Namun, hubungan antara kedua pemimpin belakangan ini memang diwarnai ketegangan yang signifikan.

Mureks