Nisfu Syaban merupakan salah satu momen istimewa dalam ajaran Islam yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban, yakni bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Momentum ini sering dimanfaatkan umat muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus mempererat hubungan dengan Allah SWT.
Selain itu, Nisfu Syaban juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, merenungkan amalan selama setahun terakhir. Dengan demikian, umat muslim dapat mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Lantas, kapan Nisfu Syaban 2026 akan berlangsung?
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Kapan Nisfu Syaban 2026?
Berdasarkan Kalender Hijriah 2026 yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag), malam pertengahan Syaban atau Nisfu Syaban jatuh pada Senin, 2 Februari 2026. Sementara itu, peringatan Nisfu Syaban sendiri akan berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026.
Mureks mencatat bahwa momentum ini dimulai sejak matahari terbenam pada 14 Syaban 1447 Hijriah, yang menandai masuknya tanggal 15 Syaban. Hal ini karena pergantian hari dalam kalender Hijriah terjadi saat Magrib, bukan pukul 00.00 seperti kalender Masehi.
Contoh Amalan Nisfu Syaban
Meskipun tidak terdapat ritual khusus yang diwajibkan, umat Islam dapat mengisi malam pertengahan Syaban dengan berbagai amalan sunnah. Mengutip laman Baznas, berikut beberapa contoh amalan yang dapat dilakukan:
-
Berzikir dan Berdoa
Umat muslim dianjurkan memperbanyak zikir dan doa untuk memohon ampunan serta kebaikan hidup, termasuk pada malam Nisfu Syaban. Perintah untuk berzikir disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 41–43, sementara anjuran berdoa ditegaskan dalam Surat Ghafir ayat 60.
-
Membaca Surat Yasin
Dalam kitab Mujarrabat disebutkan bahwa salah satu amalan pada malam Nisfu Syaban adalah membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat tertentu. Niat tersebut umumnya adalah memohon panjang umur dalam ketaatan, terhindar dari bala, dan kecukupan rezeki halal.
-
Menjalankan Puasa Sunnah Senin
Karena 14 Syaban 1447 H bertepatan dengan hari Senin, umat Islam dapat mengamalkan puasa sunnah Senin yang memiliki keutamaan besar. Sebelum menjalankannya, puasa sunnah Senin diawali dengan membaca niat berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lilaahi ta’aalaa.
Artinya: “Sengaja saya berpuasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.”
-
Menjalankan Puasa Sunnah Ayyamul Bidh
Selain puasa sunnah Senin, umat Islam juga dapat melaksanakan puasa Ayyamul Bidh. Ini karena tanggal 14 Syaban 1447 H termasuk dalam hari-hari yang dianjurkan untuk menjalankan puasa sunnah Ayyamul Bidh. Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْبَيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
Nawaitu shauma yaumul baidh sunatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Sengaja saya berpuasa sunnah ayyamul bidh karena Allah Ta’ala.”






