Tren

Pemerintah Kalurahan Girikerto Sleman Resmikan Taman Ketahanan Pangan ‘Semar Ndalil’ Berkonsep Wisata Edukasi

Pemerintah Kalurahan Girikerto, Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, resmi meluncurkan taman ketahanan pangan “Semar Ndalil” pada Jumat (2/1/2026). Inisiatif ini merupakan usaha terpadu yang menggabungkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan, sekaligus berbalut konsep wisata edukasi.

Inisiatif Ketahanan Pangan Terpadu “Semar Ndalil”

Peluncuran taman ketahanan pangan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Menurut koordinator lapangan taman ketahanan pangan “Semar Ndalil” Girikerto, Endang Setyomurni, proyek ini dikelola langsung oleh Pemerintah Kalurahan Girikerto.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

“Taman ketahanan pangan ini dikelola langsung Pemerintah Kalurahan Girikerto bersinergi dengan gabungan kelompok tani (gapoktan), kelompok wanita tani (KWT) dan UMKM yang ada di Kalurahan Girikerto,” ujar Endang Setyomurni.

Lurah Girikerto Sudibya menjelaskan bahwa konsep taman ini merupakan tindak lanjut dari masterplan Kalurahan Girikerto yang telah melalui musyawarah bersama. Hasil musyawarah tersebut mengalokasikan dana sebesar Rp250 juta untuk pengembangan ketahanan pangan.

“Kami musyawarah dengan seluruh elemen masyarakat Girikerto, muncul pemikiran, kita kembangkan taman yang ada di Girikerto menjadi taman ketahanan pangan yang kita ‘soft launching’ ini,” kata Sudibya.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menyatakan apresiasinya terhadap pembangunan taman ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Kalurahan Girikerto ini. Ia berharap taman ini dapat menunjang ketahanan pangan di Kabupaten Sleman, khususnya di Girikerto.

“Kami senang dengan pergerakan dan inisiatif dari masyarakat seperti ini. Intinya Pemkab Sleman siap mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” tegas Harda Kiswaya. Sudibya juga berharap “Semar Ndalil” yang dikelola oleh BUMKal Girikerto ini dapat berkembang sebagai tempat wisata edukasi dan mendorong kesejahteraan masyarakat Kalurahan Girikerto di masa mendatang.

Dampak Hujan Deras: Dua Pasar Tradisional di Sleman Rusak

Sementara itu, tim Pengamanan Libur Natal dan Tahun Baru Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, langsung melakukan perbaikan dua pasar tradisional yang mengalami kerusakan. Kerusakan ini terjadi akibat hujan deras pada Kamis (1/1/2026).

“Akibat hujan deras dengan durasi yang cukup lama, terdapat dua pasar yang terdampak yaitu Pasar Sambilegi, Maguwoharjo, Depok dan Pasar Potrojayan, Madurejo, Prambanan,” jelas Kepala Bidang Pengelolaan Fasilitas Perdagangan Tradisional Disperindag Kabupaten Sleman, Purwoko Haryadi, di Sleman pada Jumat (2/1/2026).

Menurut pantauan Mureks, pihaknya segera melakukan identifikasi kerusakan. Pasar Potrojayan mengalami ambrolnya plafon musala akibat hujan dan angin. “Karena tersumbat air hujan dengan volume yang cukup banyak dan durasi yang lama, membludak ke talang anak dan masuk ke atas plafon area mushalla maupun kamar mandi. Hal serupa juga terjadi di Pasar Sambilegi, air talang membludak ke area tlasaran di bawah talang,” tambah Purwoko Haryadi.

Mureks