Pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Axle Harman Miller (9 tahun), anak politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, berhasil ditangkap. Penangkapan terjadi saat pelaku sedang melancarkan aksi pencurian di sebuah rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon dua periode, Roisyudin Sayuri, pada Jumat siang (2/1) di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon.
Axle ditemukan tewas di rumahnya di Kompleks BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, pada Selasa (16/12) sebelumnya. Mureks mencatat bahwa penangkapan ini terjadi di tengah upaya kepolisian yang intensif memburu pelaku pembunuhan Axle.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Kronologi Penangkapan di Rumah Mantan Anggota DPRD
Anggota DPRD Banten, Dede Rohana Putra, yang merupakan saudara Roisyudin Sayuri, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihak keluarga awalnya tidak mengetahui adanya kaitan antara pelaku pencurian dengan kasus pembunuhan Axle.
“Iya, ditangkap di rumah saudara saya. Kita enggak tahu kalau itu masih ada kaitan dengan kasus di BBS, kita baru tahu pas malamnya. Pas kita telepon polisi, ternyata hasil pengembangannya itu ada keterkaitan dengan kasus yang di BBS,” kata Dede Rohana saat dihubungi melalui telepon pada Sabtu (3/1).
Dede Rohana menjelaskan, rumah saudaranya memang kerap kosong setiap akhir pekan karena pemiliknya berada di BSD, Tangerang Selatan. Pelaku pertama kali menyatroni rumah tersebut pada Minggu (28/12).
“Awalnya hari Minggu (28/12) itu dia kemalingan. Yang hilang perhiasan, sama brankas sudah ada di luar rumah dibawa pakai kursi roda, tapi belum sempat keambil, ditinggalin. Itu hari Minggu siang. Soalnya setiap Jumat, Sabtu, Minggu itu rumah kosong ditinggal ke BSD karena punya rumah juga di BSD,” terang Dede Rohana.
Aksi pencurian pertama sempat terekam kamera CCTV, namun wajah pelaku tidak terlalu jelas. Laporan telah dibuat ke Polsek Cilegon. “Pas diputar CCTV kelihatan orangnya, tapi enggak jelas. Dan itu sudah bikin laporan ke Polsek Cilegon,” imbuhnya.
Diduga, pelaku penasaran dengan brankas yang belum sempat dicuri. Hal ini mendorongnya untuk kembali menyatroni rumah tersebut untuk kedua kalinya pada Jumat (2/1) siang, saat keluarga pemilik rumah sedang liburan tahun baru.
“Karena tahun baru, rumah sepi lagi. Nah, pas Jumat (2/1) siang itu kebetulan ada ART di rumah. Dan si pelaku ini ngelanjutin lagi karena sebelumnya belum kebongkar brankas. Karena dia sampai bawa pemanas gembok segala, kayaknya penasaran pengin ngebongkar brankas,” jelas Dede Rohana.
Aksi pelaku dipergoki oleh asisten rumah tangga (ART) yang sedang bersih-bersih. Pelaku panik dan mencoba melarikan diri, namun terpeleset di tangga hingga terluka dan tidak bisa kabur. Ia kemudian bersembunyi di dalam rumah.
“Pas di dalam rumah itu dia sudah pegang kunci kamar dan ketahuan sama ART yang lagi bersih-bersih. ART menjerit, dia (pelaku) lari. Karena posisi rumah agak berbukit jadi ada tangga-tangga, kayaknya dia kepleset dan jatuh, terus enggak bisa keluar, jadi dia ngumpet di dalam rumah, mungkin lecet kepentok tangga,” papar Dede Rohana.
Penangkapan Dramatis dengan Pistol Mainan
ART segera menghubungi pemilik rumah yang sedang berada di luar kota. Pemilik rumah kemudian meminta bantuan warga sekitar dan polisi. Tak lama, pasukan Brimob tiba di lokasi.
“ART minta tolong, terus nelpon saudara saya yang lagi liburan ke luar kota. Saudara saya lalu nelpon warga, karyawannya, termasuk polisi juga. Enggak lama pasukan Brimob langsung datang. Mungkin mereka lagi siaga karena kasus BBS belum beres, belum ketemu pelakunya,” imbuh Dede Rohana.
Pantauan Mureks di lokasi kejadian mengindikasikan bahwa proses penangkapan berlangsung dramatis. Pelaku sempat menodongkan benda menyerupai pistol, membuat warga dan polisi ragu untuk mendekat. Belakangan diketahui, pistol tersebut hanyalah korek api berbentuk pistol.
“Si pelaku ini bawa pistol. Warga enggak berani langsung nangkap karena takut ditembak. Ternyata setelah ditangkap, pistol mainan, pistol gas. Jadi dia bawa pistol mainan, bawa alat pemanas gembok. Saat itu kita belum ngeh kalau dia ada keterkaitan dengan kasus BBS,” ujarnya.
Identitas Pelaku dan Proses Pemeriksaan
Dari hasil interogasi awal, pelaku diketahui berinisial AH, warga asal Palembang, Sumatera Selatan. AH tercatat sebagai pekerja di salah satu perusahaan swasta besar di Kota Cilegon, yakni Chandra Asri.
“Kayaknya dia spesialis rumah kosong dan rumah mewah. Soalnya di SIM dan kartu anggota serikat itu dia pekerja di Chandra Asri. Padahal gajinya lumayan, tapi kok nyuri? Saya sempat pastikan, tanya ke teman di Chandra Asri, katanya iya itu karyawan Chandra Asri. Dia juga ngakunya ngekos di Bumi Rakata Asri, makanya dia enggak bawa motor, dia jalan kaki karena dekat lokasinya,” tandas Dede Rohana.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, membenarkan penangkapan pelaku pembunuhan Axle di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon.
“Alhamdulillah (pelaku tertangkap),” jawab Dian melalui pesan WhatsApp pada Jumat (2/1) malam.
Namun, Kombes Pol Dian Setyawan belum bersedia mengungkapkan identitas lengkap, kronologi penangkapan secara detail, maupun motif pembunuhan. Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
“Nanti ya (disampaikan) saat ekspos resmi),” singkatnya.






