Berita

Pedagang Pasar Kramat Jati Keluhkan Tumpukan Sampah Menggunung, Omzet Anjlok hingga 40 Persen

Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengeluhkan penurunan omzet yang signifikan akibat tumpukan sampah menggunung yang menimbulkan bau busuk. Kondisi ini membuat pembeli enggan mendekat, bahkan memilih parkir di area yang lebih jauh.

Salah satu pedagang, Hanif, mengungkapkan bahwa pendapatan mereka bisa merosot hingga 40 persen. “Mengganggu. Dari aroma dari tumpukan sampah. Jadi yang belanja sepi, kan (pembeli) enggak mau parkir di sini. Jadi milih parkir di depan. Kan aromanya kan berasa. Pengurangan (pendapatan) bisa 40 persenan lah,” ujar Hanif saat ditemui di lokasi pada Jumat (9/1/2026).

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Hanif menjelaskan, masalah tumpukan sampah ini bukan hal baru. Ia menyebut, gunungan sampah yang tak kunjung diangkut telah berlangsung selama empat hingga lima bulan terakhir. “Dari sebelum, ada lah empat bulan, lima bulanan. Numpuk ini enggak diambil lagi. Sudah berapa hari ini, berapa bulan ini masih numpuk,” tambahnya.

Selain kerugian finansial, para pedagang juga menghadapi masalah kesehatan. Aroma busuk yang menyengat menyebabkan gangguan pernapasan. “Kita aja di sini juga dari kesehatan pasti ganggu. Iya lah (jadi sakit), batuk-batuk susah napas gitu. Kerasa tiap hari di sini, tiap hari, dagangnya kerasa. Kemarin kita pakai masker, begitu dikeruk kan dia aromanya ngangkat lagi gini. Jadi di, apa ya, aroma juga ngaruh,” tutur Hanif, menggambarkan kondisi yang mereka alami setiap hari.

Menurut Hanif, idealnya pengangkutan sampah dilakukan minimal tiga kali seminggu. Namun, belakangan ini armada pengangkut tidak beroperasi secara rutin. Dalam ringkasan Mureks, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah mengerahkan 13 truk dan 10 tronton untuk mengatasi masalah ini, dengan target pengangkutan sampah selesai dalam lima hari.

Para pedagang berharap agar tumpukan sampah segera dibersihkan sehingga pembeli dapat kembali ramai. “Ya mudah-mudahan cepat dibersihin lah. Biar cepat pembeli juga kan ke kami lagi gitu,” pungkas Hanif.

Mureks