Mobil mogok di tengah perjalanan akibat aki soak menjadi salah satu skenario yang paling menjengkelkan bagi pengendara. Kondisi ini kerap membuat mobil sulit distarter, mengganggu rencana perjalanan secara signifikan. Meskipun teknik jumper aki dapat menjadi solusi cepat, tidak semua pemilik kendaraan memahami langkah-langkahnya dengan benar dan aman.
Untuk mengatasi situasi darurat ini, proses jumper aki mobil memerlukan perhatian khusus. Secara garis besar, posisikan kedua mobil berdekatan dengan mesin mati dan rem tangan aktif. Selanjutnya, hubungkan kabel merah ke terminal positif (+) aki lemah, lalu ke terminal positif (+) aki donor. Kabel hitam disambungkan ke terminal negatif (-) aki donor, kemudian ke bagian logam (ground) pada bodi mobil yang akinya lemah. Setelah itu, nyalakan mobil donor, tunggu beberapa menit, lalu coba nyalakan mobil yang akinya soak. Penting untuk melepaskan kabel dengan urutan terbalik, dimulai dari kabel hitam pada mobil lemah, guna menghindari percikan api.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Langkah-Langkah Menjumper Aki Mobil dengan Aman
-
Persiapan Awal: Dekatkan mobil yang akinya soak dengan mobil pendonor (aki sehat) tanpa saling bersentuhan. Pastikan kedua mesin mobil dalam keadaan mati dan rem tangan aktif. Untuk mobil matic, posisikan transmisi di ‘P’, sedangkan mobil manual di ‘Netral’. Matikan semua perangkat listrik seperti lampu, AC, dan radio di kedua mobil, serta cabut kunci kontak.
-
Identifikasi Terminal Aki: Temukan terminal positif (+) yang biasanya berwarna merah dan terminal negatif (-) yang umumnya berwarna hitam pada kedua aki mobil.
-
Pasang Kabel Merah: Pasang satu penjepit kabel jumper berwarna merah ke kutub positif (+) aki yang lemah. Kemudian, pasang ujung penjepit kabel merah lainnya ke kutub positif (+) aki mobil donor.
-
Pasang Kabel Hitam: Pasang satu penjepit kabel jumper berwarna hitam ke kutub negatif (-) aki mobil donor. Selanjutnya, pasang ujung kabel hitam yang satunya lagi ke bagian logam yang tidak dicat pada bodi mobil yang akinya lemah, misalnya baut mesin. Mureks mencatat bahwa langkah ini krusial untuk mencegah timbulnya percikan api di dekat aki.
-
Nyalakan Mobil Donor: Hidupkan mesin mobil pendonor dan biarkan menyala selama beberapa menit agar daya listrik dapat mengalir ke aki yang lemah.
-
Coba Nyalakan Mobil Lemah: Setelah beberapa menit, coba nyalakan mobil yang akinya lemah. Jika belum berhasil, tunggu sebentar dan ulangi percobaan.
-
Lepaskan Kabel: Setelah mobil yang akinya lemah berhasil menyala, lepaskan kabel jumper dengan urutan terbalik dari saat pemasangan. Mulai dengan melepas kabel hitam dari bodi mobil lemah, lalu lepaskan kabel hitam dari aki donor. Kemudian, lepas kabel merah dari aki donor, dan terakhir lepaskan kabel merah dari aki mobil yang sudah hidup.
Perhatian Khusus untuk Mobil dengan Fitur Start-Stop
Bagi mobil yang dilengkapi fitur Start-Stop dan menggunakan aki jenis EFB atau AGM, ada prosedur khusus yang harus diperhatikan. Saat menyambungkan kabel negatif, pastikan untuk menghubungkannya ke bodi mobil, bukan langsung ke terminal negatif aki. Hal ini bertujuan untuk melindungi unit kontrol elektronik (ECU) kendaraan dari potensi kerusakan.
Selalu ingat untuk berhati-hati. Hindari penjepit kabel menyentuh bagian logam lain selain sambungan ground yang telah ditentukan. Kesalahan dalam proses ini dapat menimbulkan risiko percikan api atau bahkan kerusakan pada sistem kelistrikan mobil.






