Otomotif

Hyundai Akan Kerahkan Robot Humanoid Atlas di Pabrik Georgia, Janjikan Efisiensi di Tengah Kekhawatiran Pekerja

Hyundai Motor Company berencana mengintegrasikan robot humanoid canggih bernama Atlas ke dalam operasional pabriknya di Georgia, Amerika Serikat, mulai tahun 2028. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, namun sekaligus memicu kekhawatiran di kalangan serikat pekerja terkait masa depan lapangan kerja.

Penggunaan robot ini akan difokuskan untuk mengambil alih tugas-tugas pabrik yang repetitif dan berisiko tinggi. Meskipun demikian, kelompok buruh menyatakan skeptisisme mereka terhadap rencana keamanan pekerjaan jangka panjang yang ditawarkan perusahaan.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Atlas: Robot Pekerja dari Boston Dynamics

Robot Atlas dikembangkan oleh Boston Dynamics, perusahaan robotika yang diakuisisi Hyundai pada tahun 2021. Berbeda dengan robot hiburan, versi Atlas ini dirancang khusus untuk pekerjaan industri. Robot ini memiliki fitur-fitur canggih seperti:

  • Tangan berukuran manusia dengan sensor taktil.
  • Sendi yang dapat berputar penuh.
  • Kemampuan mengangkat beban hingga 50 kg (110 pon) tanpa kendala.

Pada tahap awal, Atlas tidak akan langsung terlibat dalam perakitan komponen utama seperti pemasangan roda atau dasbor. Robot ini akan memulai dengan tugas parts sequencing, yaitu memindahkan dan mengatur komponen sebelum dipasang. Hyundai menargetkan pada tahun 2030, robot-robot ini dapat mengambil alih tugas perakitan yang lebih kompleks, setelah terbukti aman dan dapat diandalkan.

Kolaborasi, Bukan Penggantian

Hyundai memposisikan penggunaan robot ini sebagai bentuk kolaborasi, bukan penggantian tenaga kerja manusia. Perusahaan menyatakan bahwa robot akan menangani pekerjaan yang membosankan, kotor, dan berbahaya, sementara manusia dapat fokus pada pengawasan, pelatihan, dan pekerjaan tingkat yang lebih tinggi. Hyundai juga menekankan bahwa akan ada jenis pekerjaan baru yang tercipta, seperti pembangunan, pemrograman, pemeliharaan, dan pelatihan robot itu sendiri.

Namun, serikat pekerja mengamati perkembangan ini dengan cermat. Beberapa pekerja secara alami merasa cemas tentang dampak mesin yang tak kenal lelah terhadap pekerjaan jangka panjang. Hyundai memahami kekhawatiran ini dan menegaskan bahwa manusia akan tetap menjadi pusat proses, meskipun otomatisasi meningkat.

Dorongan Hyundai dalam Kecerdasan Buatan Fisik

Langkah ini merupakan bagian dari dorongan besar Hyundai ke dalam apa yang mereka sebut sebagai physical AI, yaitu integrasi otak perangkat lunak di dalam tubuh perangkat keras yang dapat merasakan, memutuskan, dan bertindak di dunia nyata. Teknologi serupa yang membantu robot mengambil suku cadang mobil juga menjadi dasar bagi kendaraan otonom dan pabrik pintar.

Mureks mencatat bahwa langkah ini merupakan respons terhadap tekanan untuk meningkatkan produksi domestik di AS, sekaligus menyoroti pergeseran definisi ‘pekerjaan’ di era industri 4.0. Fenomena ini, menurut Mureks, kemungkinan besar tidak dapat dihindari, mirip dengan transisi industri ke sistem lini produksi Henry Ford seabad yang lalu. Hyundai bukan satu-satunya merek yang mengadopsi ide ini; Tesla juga mengembangkan robotnya sendiri, dan Mercedes-Benz mulai menguji robot humanoid di pabrik Berlin tahun ini.

Mureks