Nasional

Panduan 5 Kegiatan Edukatif Isra Miraj 2026 di Sekolah: Membangun Karakter dan Pemahaman Agama

Peringatan Isra Miraj pada tahun 2026 menjadi momentum penting bagi lembaga pendidikan untuk menginternalisasi nilai-nilai spiritual dan keagamaan kepada peserta didik. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukatif guna memperkuat pemahaman sejarah Islam, membangun karakter, serta menanamkan kedisiplinan.

Peristiwa Isra Miraj, yang diperingati setiap 27 Rajab, merupakan perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu dilanjutkan hingga Sidratul Muntaha dalam satu malam atas kehendak Allah SWT. Mureks mencatat bahwa peristiwa ini, yang terjadi pada tahun ke-11 kenabian, menjadi titik krusial diturunkannya perintah shalat lima waktu bagi seluruh umat Islam, sebagaimana dikutip dari kabjombang.baznas.go.id.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Oleh karena itu, pelaksanaan peringatan Isra Miraj di sekolah perlu disusun secara terstruktur dan relevan dengan perkembangan generasi muda. Berikut adalah lima ide kegiatan yang dapat diterapkan untuk memaksimalkan pembinaan iman dan etika peserta didik:

1. Tausiyah dan Kajian Mendalam Makna Isra Miraj

Tausiyah merupakan inti dari peringatan Isra Miraj, berfungsi sebagai media utama untuk menyampaikan pemahaman komprehensif mengenai sejarah dan hikmah di balik peristiwa agung tersebut. Materi kajian dapat difokuskan pada penguatan iman dan keteguhan dakwah Nabi Muhammad SAW melalui perjalanan spiritualnya. Penting bagi penyampaian tausiyah menggunakan bahasa yang lugas dan sistematis agar mudah dicerna oleh peserta didik.

Pembahasan mengenai shalat sebagai esensi dari peristiwa Isra Miraj harus ditekankan secara aplikatif dalam konteks kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga secara tidak langsung melatih kemampuan peserta didik untuk menyimak, merenung, dan mengambil pelajaran keagamaan secara sadar dan bertanggung jawab.

2. Lomba Tilawah dan Tahfiz Al-Qur’an

Lomba tilawah dan tahfiz Al-Qur’an diselenggarakan untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap kitab suci Al-Qur’an sebagai pedoman utama ajaran Islam. Format lomba dapat disesuaikan dengan jenjang kemampuan peserta, memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi diri.

Aspek penilaian mencakup tajwid yang benar, kelancaran dalam membaca, serta adab atau etika saat berinteraksi dengan Al-Qur’an. Selain itu, proses kompetisi ini juga efektif melatih keberanian, konsentrasi, dan kedisiplinan dalam berlatih. Menurut Mureks, nilai pembinaan dan proses belajar jauh lebih diutamakan dibandingkan sekadar hasil akhir perlombaan.

3. Lomba Adzan dan Pidato Islami

Lomba adzan bertujuan mengajarkan peserta didik tentang pentingnya panggilan shalat yang benar sesuai syariat. Peserta akan dilatih untuk memperhatikan makhraj huruf, irama, serta penghayatan makna adzan. Sementara itu, lomba pidato Islami menjadi wadah untuk melatih kemampuan menyampaikan pesan-pesan agama secara terstruktur dan santun.

Tema pidato dapat dihubungkan dengan hikmah Isra Miraj dan kewajiban shalat. Melalui kegiatan ini, kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi keagamaan yang bertanggung jawab dapat terbentuk secara optimal.

4. Kaligrafi dan Karya Seni Islami

Kaligrafi Islami menawarkan media ekspresi yang indah untuk menanamkan nilai-nilai estetika dalam ajaran Islam. Peserta didik dapat menuangkan ayat-ayat Al-Qur’an atau lafaz-lafaz yang berkaitan dengan shalat dan Isra Miraj ke dalam bentuk karya seni. Proses kreatif ini melatih ketelitian, kesabaran, dan daya imajinasi.

Penilaian tidak hanya berfokus pada keindahan visual, tetapi juga pada pemahaman makna di balik tulisan tersebut. Kegiatan seni Islami merupakan pendekatan efektif untuk menanamkan nilai religius melalui jalur estetika.

5. Simulasi Praktik Shalat dan Adab Masjid

Simulasi praktik shalat dirancang untuk memperbaiki pemahaman peserta didik mengenai gerakan dan bacaan shalat yang benar. Kegiatan ini sebaiknya dipandu oleh pendidik yang memiliki pemahaman mendalam tentang fikih ibadah. Penjelasan mengenai adab di masjid, niat shalat, serta pentingnya kekhusyukan menjadi bagian integral dari simulasi.

Peserta didik diajak untuk memahami bahwa shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah kebutuhan spiritual yang mendalam. Pendekatan praktik langsung terbukti membantu pembiasaan ibadah secara lebih konsisten dan bermakna.

Secara keseluruhan, berbagai ide kegiatan peringatan Isra Miraj 2026 di sekolah ini memiliki potensi besar sebagai sarana pembinaan iman dan karakter. Dengan perencanaan yang terarah dan edukatif, pelaksanaan kegiatan ini mampu menanamkan nilai-nilai shalat, akhlak mulia, dan keteladanan Nabi Muhammad SAW secara berkelanjutan dalam diri peserta didik.

Mureks