Raksasa kecerdasan buatan (AI) OpenAI dilaporkan tengah mempertimbangkan akuisisi platform papan inspirasi visual Pinterest. Langkah ambisius ini, jika terwujud, diprediksi akan mengubah secara fundamental cara pengguna mencari ide, menemukan produk, dan berbelanja secara daring.
Kabar mengenai potensi akuisisi ini pertama kali diungkap oleh media teknologi The Information pada Sabtu, 4 Januari 2026. Laporan tersebut menyebutkan bahwa perusahaan induk ChatGPT itu tengah mengincar Pinterest, menandai pergeseran besar dalam ambisi OpenAI dari sekadar pengembang chatbot menjadi ekosistem teknologi yang lebih luas.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Menyusul laporan tersebut, saham Pinterest melonjak hampir 3%, meskipun belum ada komentar resmi dari kedua perusahaan. Potensi kesepakatan ini menunjukkan upaya OpenAI untuk bersaing lebih ketat dengan raksasa teknologi seperti Google dan Meta AI.
Mengapa Pinterest Menjadi Target Strategis OpenAI?
Sekilas, Pinterest mungkin tampak sebagai pilihan yang tidak biasa bagi perusahaan AI. Namun, menurut analisis, akuisisi ini memiliki nilai strategis yang mendalam bagi OpenAI, terutama dalam upayanya mengejar ketertinggalan dari kompetitor besar.
Google, misalnya, berhasil menggabungkan teknologi perayap pencarian dengan AI mereka, menciptakan basis data yang luar biasa dan memberikan keunggulan bagi Gemini. Untuk dapat bersaing, OpenAI perlu mengakuisisi platform dengan volume data serupa, dan Pinterest menawarkan hal tersebut. Mureks mencatat bahwa ada beberapa alasan utama di balik ketertarikan OpenAI terhadap Pinterest:
- Kumpulan Data Visual Masif: Pinterest memiliki lebih dari 200 miliar gambar, masing-masing diberi label dengan maksud pengguna seperti “renovasi dapur,” “ide hadiah,” atau “pakaian perjalanan.” Ini adalah tambang emas untuk melatih AI dalam memahami bagaimana manusia menjelajahi dan merencanakan sesuatu.
- Pencarian yang Dimonetisasi: Pinterest telah membangun platform iklan yang kuat, dioptimalkan untuk belanja berbasis pencarian. Ini adalah fitur yang belum dimiliki OpenAI.
- Infrastruktur E-commerce: Pinterest sudah menghubungkan pengguna dengan pedagang. Jika OpenAI mengintegrasikan ChatGPT atau agen AI masa depannya ke dalam ekosistem ini, hal itu dapat mempercepat masa depan belanja yang didukung AI.
Singkatnya, Pinterest akan memberikan akses lebih banyak kepada OpenAI. Tujuan akhirnya adalah menciptakan AI yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mampu menjual produk. Ini bukan tentang memiliki platform sosial, melainkan tentang menguasai seluruh siklus dari penemuan hingga pembelian.
Implikasi bagi Pengguna dan Persaingan Industri
Dengan Pinterest dalam genggaman, ChatGPT dapat membuat hasil pencarian menjadi lebih personal, langsung dapat dibeli, dan menguntungkan. Langkah ini juga merupakan tantangan serius bagi Google, Meta, dan Amazon, yang semuanya telah berinvestasi besar-besaran dalam pencarian visual, iklan produk, dan mesin rekomendasi.
Bagi pengguna ChatGPT atau Pinterest, akuisisi ini berarti potensi rekomendasi AI yang lebih canggih, yang mungkin menyerupai Pin, produk, atau penjual/pedagang sungguhan. Pencarian visual juga bisa mendapatkan peningkatan signifikan berkat basis data luas dari OpenAI dan Pinterest.
Di masa depan, kita dapat mengharapkan integrasi yang lebih dalam antara ChatGPT dan alat inspirasi kaya gambar, bahkan mungkin pengalaman belanja berbasis suara atau lensa.
Tantangan dan Sinyal Ambisi OpenAI
Akuisisi Pinterest tentu bukan perkara murah, mengingat kapitalisasi pasarnya saat ini berkisar sekitar 17 miliar dolar AS. Namun, OpenAI telah menunjukkan serangkaian langkah besar, mulai dari peluncuran toko aplikasi baru hingga kemitraan dengan Disney. Ini menandakan kepercayaan diri OpenAI yang semakin besar dalam menguasai distribusi, bukan hanya menjadi kekuatan di balik layar.
Meskipun saat ini masih berupa laporan, potensi akuisisi ini adalah sinyal kuat bahwa OpenAI mencari cara untuk tetap kompetitif dengan para pesaingnya di pasar AI yang terus berkembang pesat.






