Tren

Netflix Rilis ‘His & Hers’: Serial Thriller Misteri Penuh Teka-Teki Psikologis, Cocok untuk Binge-Watching Akhir Pekan

Netflix kembali memanjakan penggemar genre thriller dengan merilis serial misteri psikologis terbarunya, ‘His & Hers’, pada Kamis, 08 Januari 2026. Serial enam episode ini menjanjikan teka-teki yang memutar otak dan alur cerita yang memikat, sangat cocok untuk ditonton maraton di akhir pekan.

Platform streaming ini memang dikenal memiliki reputasi kuat dalam menyajikan kisah-kisah misteri yang adiktif, seringkali mendominasi daftar tontonan terpopuler. Menurut Mureks, konten orisinal bergenre thriller dari Netflix kerap menduduki posisi nomor satu, dan ‘His & Hers’ diprediksi akan mengikuti jejak sukses tersebut.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Serial ‘His & Hers’ sendiri, yang dipasarkan Netflix sebagai “thriller psikologis yang menggoda dan penuh liku”, menarik perhatian berkat jajaran pemeran utamanya yang kuat dan formatnya yang ringkas. Dengan hanya enam episode, karya William Oldroyd ini menawarkan semua elemen yang dibutuhkan dalam kisah pembunuhan yang mencekam.

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Alice Feeney, ‘His & Hers’ menjadi salah satu tontonan tercepat yang pernah saya nikmati, dan perpaduan elemennya yang menarik diyakini akan sulit ditolak oleh para penonton.

Sinopsis ‘His & Hers’: Kisah Dua Sisi dalam Investigasi Pembunuhan

Serial ini mengikuti Anna Andrews (Tessa Thompson), mantan pembawa berita TV yang kini hidup menyendiri di Atlanta setelah meninggalkan karier dan kehidupan sosialnya. Ketika mendengar tentang kasus pembunuhan di Dahlonega, kota Georgia yang tenang tempat ia dibesarkan, Anna bertekad untuk menyelidiki kasus itu sendiri, berharap menemukan kembali tujuan hidupnya.

Di sisi lain, mantan suaminya, Detektif Jack Harper (Jon Bernthal), yang kini bekerja di kantor sheriff Dahlonega, ditugaskan untuk menangani kasus yang sama. Jack semakin curiga terhadap keterlibatan Anna yang tiba-tiba, mempertanyakan motif dan tindakannya. Saat Anna menggali lebih dalam dan Jack mengamati setiap langkahnya, sejarah bersama mereka kembali mencuat, semakin memperumit investigasi yang sudah kusut.

Struktur Narasi yang Memikat dan Potensi Binge-Watching

Setiap cerita memiliki dua sisi, dan setidaknya salah satunya menyembunyikan sesuatu. Itulah pesan utama yang diusung ‘His & Hers’, meninggalkan penonton untuk merangkai kebenaran dari berbagai perspektif dan kisah yang setengah terungkap. Jack memiliki versinya, dan Anna memiliki versinya, dengan setiap episode mengupas lapisan karakter mereka dan keterkaitan mereka yang semakin dalam dengan kasus yang mengerikan.

Serial ini adalah contoh utama tontonan yang sangat layak ditonton maraton, karena selain keinginan untuk mengetahui apa yang terjadi selanjutnya, drama pribadi para karakter juga membuat penonton ikut terlibat.

Pembukaan serial ini cukup dramatis, menampilkan Anna yang terburu-buru kembali ke apartemennya di tengah hujan—sebuah momen yang akan lebih masuk akal di kemudian hari namun juga menanamkan petunjuk palsu yang halus. Ia sedang berjuang dengan infeksi gigi yang mengganggu dan kebiasaan minum alkohol berat. Baru pada adegan berikutnya terungkap bahwa ia telah setahun meninggalkan pekerjaannya sebagai reporter.

Sementara itu, Jack, detektif lokal, terlibat dalam kasus yang mengganggu ketika ia dan rekan barunya, Priya (Sunita Mani), dipanggil ke lokasi pembunuhan. Kisah ini terungkap dari dua perspektif ini, dengan serial yang berganti-ganti di antara keduanya layaknya bab-bab dalam sebuah buku. Struktur ‘His & Hers’ yang menarik ini menjadi salah satu aspek terkuat serial tersebut.

Kritik dan Kekurangan: Hubungan Toksik hingga Akhir yang Absurd

Meskipun berhasil ditonton maraton dalam sekali duduk dan merasakan daya tariknya di setiap episode, saya merasa ada kekosongan yang aneh setelahnya. Perasaan ini seringkali muncul ketika hanya disajikan konten streaming yang terlalu ‘mengkilap’. Ada terlalu banyak kekurangan yang terus terlintas di benak setelah cerita berakhir. Bahkan akhir ceritanya, yang saya akui tidak terduga, cenderung mengarah ke wilayah yang hampir absurd.

Ada juga masalah mencolok mengenai serial ini yang meromantisasi hubungan toksik, bahkan sangat toksik. Sulit untuk mendukung satu pun karakter, karena mereka semua membuat pilihan yang sangat tidak bermoral. Ketika penonton tidak dapat terhubung dengan siapa pun di layar, sulit untuk peduli dengan apa yang terjadi.

Saya bertahan sebagian besar karena drama dan pengungkapan terkait kasus di setiap episode, tetapi bisa saja dengan mudah berhenti menonton jika ceritanya sendiri tidak begitu menarik. Meskipun Thompson dan Bernthal menawarkan penampilan yang kuat, hampir tidak ada chemistry di antara mereka. Sulit untuk mengatakan apakah itu disengaja, mengingat karakter mereka secara teknis masih menikah tetapi jelas tidak ‘bersama’.

Kesimpulan: Hiburan Cepat yang Menarik

‘His & Hers’ bukanlah sebuah kekecewaan, terutama karena saya cenderung mendekati sebagian besar serial orisinal Netflix dengan ekspektasi yang lebih rendah. Serial ini berhasil sebagai tontonan maraton yang menarik. Ada banyak momen mengejutkan saat kasus terungkap, termasuk kilas balik yang setidaknya memberikan kedalaman pada karakter Anna, meskipun saya ragu serial ini akan masuk dalam daftar acara terbaik tahun 2026.

Jika Anda mencari thriller penuh liku untuk ditonton akhir pekan ini, ‘His & Hers’ jelas memenuhi kriteria tersebut. Ini adalah tambahan yang layak untuk daftar serial terbatas Netflix yang bisa ditonton maraton, melakukan pekerjaan solid dalam menahan informasi secukupnya untuk membuat Anda terpikat sambil menaburkan perkembangan plot yang tak terduga di sepanjang jalan.

Dinamika Jack dan Anna secara alami paling menarik, karena cerita terungkap melalui perspektif mereka, tetapi ini mengorbankan karakter sampingan, yang sebagian besar hanya berfungsi untuk melayani plot.

Secara sederhana, ‘His & Hers’ menawarkan hiburan cepat, tetapi tidak banyak hal lain yang mencegahnya hilang di antara perpustakaan Netflix yang tak ada habisnya. Namun, serial ini cukup membuat saya tertarik untuk membaca novel Alice Feeney dan melihat bagaimana struktur ceritanya dibandingkan dengan serialnya.

Pantauan Mureks menunjukkan bahwa ‘His & Hers’ kini sudah bisa dinikmati di Netflix.

Mureks