Tren

Harga Pangan Pokok Melonjak Signifikan pada Awal Tahun 2026: Beras, Daging, dan Minyak Goreng Meroket

Harga sejumlah komoditas pangan pokok di Indonesia kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan pada Jumat, 9 Januari 2026. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia mencatat lonjakan harga pada beras, daging sapi, telur ayam, bawang, minyak goreng, hingga gula pasir.

Kenaikan ini menjadi perhatian mengingat dampaknya terhadap daya beli masyarakat. Berdasarkan catatan Mureks, rata-rata harga beras kini mencapai Rp16.000 per kilogram, meningkat dari Rp15.750 per kilogram pada pekan sebelumnya. Daging sapi juga mengalami kenaikan, dibanderol Rp142.300 per kilogram dari sebelumnya Rp139.200 per kilogram.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Selain itu, telur ayam kini dipatok Rp34.550 per kilogram, naik dari Rp32.800 per kilogram. Komoditas bawang juga kompak merangkak naik; bawang merah dari Rp50.500 menjadi Rp56.800 per kilogram, sementara bawang putih dari Rp40.200 menjadi Rp42.950 per kilogram.

Minyak goreng tidak luput dari tren kenaikan, dengan harga rata-rata mencapai Rp22.700 per kilogram dari Rp21.150 per kilogram. Gula pasir juga mengalami peningkatan, kini seharga Rp19.750 per kilogram dari Rp18.900 per kilogram.

Di tengah lonjakan harga komoditas utama, beberapa jenis pangan justru menunjukkan penurunan. Daging ayam kini tercatat Rp39.950 per kilogram, turun dari Rp41.450 per kilogram pada pekan lalu. Harga cabai juga kompak melemah; cabai merah kini Rp44.300 per kilogram dari Rp49.250 per kilogram, dan cabai rawit turun drastis menjadi Rp46.700 per kilogram dari Rp67.700 per kilogram.

Fluktuasi harga pangan ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, inflasi di Aceh pada Desember 2025 tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia, dengan harga pangan menjadi pemicu utamanya. Kondisi ini mengindikasikan perlunya perhatian lebih terhadap stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

Mureks