Tren

Pariwisata Garut Melonjak 27,62 Persen, Tarik 7,19 Juta Wisatawan Sepanjang 2025

Kabupaten Garut, Jawa Barat, mencatatkan kinerja pariwisata yang impresif sepanjang tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Garut melaporkan, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke daerah tersebut mencapai 7,19 juta perjalanan. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 27,62% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 5,63 juta perjalanan.

Kepala BPS Kabupaten Garut, Nevi Hendri, menilai capaian tersebut sebagai indikator kuatnya kembali mobilitas masyarakat dan meningkatnya daya tarik destinasi wisata Garut. Kondisi ini juga didukung oleh perbaikan ekonomi regional. “Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pariwisata kembali menjadi salah satu penggerak utama konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi lokal, terutama pada sektor akomodasi, transportasi, serta usaha mikro dan kecil,” ujar Nevi pada Kamis (8/1/2026).

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Secara bulanan, performa pariwisata Garut pada November 2025 juga tetap berada di jalur positif. Jumlah perjalanan wisnus yang datang ke Kabupaten Garut tercatat sebanyak 625.264 perjalanan. Angka ini tumbuh 3,88% secara bulanan dan melonjak tajam 33,33% secara tahunan. Nevi menambahkan, pertumbuhan tahunan yang tinggi mengindikasikan adanya basis permintaan yang semakin kuat, bukan sekadar lonjakan musiman. “Ini menjadi sinyal Garut mulai diposisikan sebagai destinasi utama, bukan hanya alternatif,” katanya.

Tidak hanya sebagai tujuan, Garut juga berperan aktif sebagai daerah asal pergerakan wisatawan. Sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah perjalanan wisnus yang berasal dari Kabupaten Garut mencapai 5,26 juta perjalanan. Angka ini meningkat signifikan 45,52% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya 3,61 juta perjalanan.

Namun, terdapat dinamika bulanan yang perlu dicermati. Pada November 2025, jumlah perjalanan wisnus asal Garut tercatat 432.403 perjalanan, mengalami penurunan tipis 0,94% dibandingkan Oktober 2025. Meskipun demikian, secara tahunan angka ini masih melonjak tajam 49,99%. “Penurunan bulanan ini relatif kecil dan lebih mencerminkan faktor musiman, bukan pelemahan struktural,” jelas Nevi.

Mureks merangkum, dari sisi tujuan perjalanan, wisnus asal Garut pada November 2025 paling banyak mengunjungi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Tasikmalaya. Proporsi gabungan ketiga wilayah ini mencapai sekitar 48,85% dari total perjalanan. Ketergantungan pada wilayah penyangga ekonomi Jawa Barat tersebut, menurut BPS, mencerminkan pola mobilitas berbasis pusat pertumbuhan ekonomi dan jasa.

Sementara itu, tujuan perjalanan dari Garut yang mengalami kenaikan tertinggi secara bulanan adalah Kabupaten Pangandaran (21,89%), Kabupaten Sukabumi (21,47%), dan Kabupaten Kuningan (12,05%). Sebaliknya, penurunan terjadi pada perjalanan ke Kota Cirebon, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Bekasi, masing-masing turun 17,17%, 14,39%, dan 13,53%.

Adapun wisatawan nusantara yang bertujuan ke Kabupaten Garut pada November 2025 paling banyak berasal dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat, dengan kontribusi sekitar 49,75% dari total wisnus. Pertumbuhan tertinggi secara bulanan datang dari Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon, dan Kota Cimahi, sementara penurunan berasal dari Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi.

Nevi Hendri menegaskan, tren pertumbuhan ini merupakan peluang strategis bagi pemerintah daerah. “Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan kunjungan pariwisata diikuti peningkatan kualitas layanan dan dampak ekonomi yang merata, agar multiplier effect benar-benar dirasakan masyarakat Garut,” pungkasnya.

Mureks