Hanoi, Mureks mencatat bahwa perekonomian Vietnam menunjukkan kinerja impresif sepanjang tahun 2025. Negara Asia Tenggara ini berhasil membukukan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sekitar 8% secara tahunan, meskipun dibayangi penerapan kebijakan tarif baru oleh Amerika Serikat (AS), mitra dagang terbesarnya.
Kantor Statistik Umum Vietnam (General Statistics Office/GSO) secara spesifik melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu mencapai 8,02% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini ditopang oleh kinerja kuat dari sektor jasa, konstruksi, dan ekspor.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Pernyataan Resmi dan Ketahanan Ekonomi
Dalam pernyataan resminya pada Senin (5/1/2026), GSO menegaskan, “PDB pada tahun 2025 diproyeksikan tumbuh secara signifikan dengan perkiraan laju 8,02 persen secara tahunan.” Kutipan ini, seperti dikutip AFP, menyoroti ketahanan ekonomi Vietnam yang selama ini dikenal sebagai salah satu kisah sukses di Asia.
Tahun lalu, ekonomi Vietnam tetap melaju kencang meskipun AS memberlakukan bea masuk baru terhadap sejumlah produk andalan Vietnam, termasuk pakaian dan alas kaki. Sebagai salah satu pusat manufaktur global, Vietnam membukukan nilai ekspor sekitar US$475 miliar pada 2025, melonjak 17% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, nilai impor negara tersebut mencapai US$455 miliar, atau naik 19% secara tahunan. GSO juga mencatat bahwa China masih menjadi sumber impor terbesar bagi Vietnam.
Pada Juli 2025, Hanoi berhasil menegosiasikan penurunan tarif dengan Washington. Vietnam memperoleh tarif minimum sebesar 20%, turun dari sebelumnya yang melebihi 40%. Kesepakatan ini dicapai sebagai imbalan atas pembukaan pasar domestiknya bagi produk-produk AS, termasuk mobil.
Chad Ovel, mitra di perusahaan ekuitas swasta Mekong Capital, menyoroti faktor ketahanan ini. “Meskipun ada potensi risiko penurunan akibat tarif yang dikenakan oleh AS, Vietnam telah menunjukkan ketahanan melalui konsumsi domestik yang kuat, pertumbuhan investasi bisnis, dan pengeluaran pemerintah,” ujar Ovel.
Ia menambahkan, capaian tersebut mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi Vietnam yang tetap solid serta arah kebijakan pemerintah yang pro-sektor swasta.
Sebagai perbandingan, ekonomi Vietnam tumbuh sedikit di atas 5% pada tahun 2023, kemudian meningkat menjadi lebih dari 7% pada tahun 2024, sebelum mencapai puncaknya di 8,02% pada 2025.






