Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan perjuangan beratnya mengejar target swasembada pangan dalam satu tahun, sebuah instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaku sempat mengalami vertigo dan asam lambung akibat tekanan tersebut.
Pengumuman capaian swasembada pangan ini dilakukan bertepatan dengan panen raya di Karawang pada Rabu, 7 Januari 2026. Acara penting tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Dalam sambutannya, Menteri Amran menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hasil kerja sendirian. “Jadi, izin bapak presiden, kami bukan kerja sendiri. Kalau sendirian, aku pasti tidak capai apa yang kita lihat hari ini,” ujarnya, seperti disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Amran menjelaskan bahwa target swasembada pangan yang semula dicanangkan empat tahun, kemudian tiga tahun, akhirnya dipercepat menjadi satu tahun oleh Presiden Prabowo. Percepatan inilah yang memicu kondisi kesehatannya. “Tadi Bapak janji 4 tahun, kemudian berubah 3 tahun, kemudian 1 tahun. Di saat menjadi 1 tahun, Alhamdulillah, kami vertigo, kami asam lambung. Hari ini sudah mulai sembuh, recovery kembali,” kata Amran.
Ia kemudian membeberkan peran krusial kementerian dan lembaga lain. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, misalnya, disebut Amran berperan dalam pembangunan food estate sejak tahun 2023. Selain itu, Amran juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Mureks mencatat bahwa keduanya telah menerbitkan 25 regulasi di sektor pertanian dalam setahun terakhir, yang dinilai Amran signifikan dalam mengangkat produksi dalam negeri.
Peran penting juga datang dari Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. “Ini penjaga lahan kami, bapak presiden, lahan pangan berkelanjutan. Ada 7 juta hektare, tetapi ini dijaga oleh beliau. Tidak boleh dijadikan alih fungsi lahan, jadikan perumahan,” pungkas Amran.






