Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (8/1/2026) dengan pelemahan. Setelah sempat menyentuh level psikologis 9.000, indeks ditutup terkoreksi 0,22 persen ke posisi 8.925,47.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG dibuka pada 8.946,70 dan sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi 9.002,92. Namun, tekanan jual yang masif pada paruh kedua perdagangan menyeret indeks kembali ke zona merah.
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Aktivitas perdagangan di BEI berlangsung cukup ramai. Volume transaksi mencapai 54,82 miliar saham dengan nilai Rp 28,46 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,83 juta kali.
Pergerakan saham didominasi oleh pelemahan, di mana 370 saham tercatat turun, 302 saham menguat, dan 138 saham bergerak stagnan. Seiring dengan koreksi IHSG, kapitalisasi pasar BEI juga menyusut menjadi Rp 16.332,87 triliun, Mureks mencatat bahwa ini menunjukkan sentimen negatif di pasar.
Pergerakan Sektoral
Secara sektoral, pergerakan indeks berlangsung variatif. Sektor transportasi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,75 persen, diikuti properti yang naik 1,50 persen, dan infrastruktur menguat 1,43 persen. Sektor barang konsumsi non-siklikal dan energi juga tercatat bertambah masing-masing 0,60 persen dan 0,49 persen.
Di sisi lain, tekanan jual paling dalam menimpa sektor industri dasar yang terkoreksi 3,22 persen. Sektor teknologi melemah 1,10 persen, barang konsumsi siklikal turun 0,90 persen, keuangan terkoreksi 0,45 persen, serta industri dan kesehatan masing-masing melemah 0,19 persen dan 0,14 persen.
Saham LQ45 Bervariasi
Saham-saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45 juga bergerak bervariasi. Beberapa saham unggulan yang mengalami pelemahan signifikan antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turun 1,23 persen ke Rp 8.050 per saham, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melemah 0,28 persen ke Rp 3.530.
PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 0,36 persen ke level Rp 7.000. Tekanan paling dalam terjadi pada saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang anjlok 9,35 persen dan ditutup di harga Rp 3.490 per saham. Sementara itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) melemah 1,49 persen ke Rp 6.625 dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun 0,31 persen ke Rp 8.025.
Namun, beberapa saham LQ45 berhasil mencatatkan penguatan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 0,27 persen ke harga Rp 3.710, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menguat 1,00 persen ke Rp 2.030. Penguatan juga terjadi pada saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang naik 0,77 persen ke level Rp 2.620, serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) bertambah 0,77 persen ke harga Rp 1.960. Adapun saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bergerak stagnan dan ditutup di level Rp 4.810 per saham.






