Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau akrab disapa Gus Ipul, menegaskan komitmen Kementerian Sosial (Kemensos) untuk terus memperbaiki pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Upaya ini krusial demi memastikan penyaluran bantuan sosial (Bansos) dapat dilakukan secara lebih akurat dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul usai agenda Doa Awal Tahun di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, pada Jumat (9/1). Menurutnya, pemutakhiran DTSEN merupakan salah satu dari tiga mandat khusus yang diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Kemensos.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Mandat Presiden dan Partisipasi Publik
“Ada tiga mandat khusus presiden kepada Kementerian Sosial. Yang pertama adalah pemutakhiran DTSEN, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Pemutakhiran ini sangat strategis karena data itu menentukan penyaluran Bansos yang dilakukan oleh Kementerian Sosial,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, perbaikan data tidak hanya menjadi tugas internal pemerintah, melainkan juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Berbagai saluran telah dibuka, baik formal maupun non-formal, untuk menampung usulan dan koreksi data.
Mureks merangkum, masyarakat dapat mengajukan usulan melalui RT/RW dan operator desa yang terhubung dengan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SIKS-NG). Selain itu, jalur koreksi juga tersedia melalui aplikasi Cek Bansos dan layanan Komensenter 021-171 yang beroperasi 24 jam penuh.
“Sekali lagi kami mengajak masyarakat untuk ikut bersama-sama membuat data kita makin akurat. Banyak saluran-salurannya, pertama tentu saluran formal dan jalur masyarakat, saya ingin mengundang betul masyarakat yang punya usulan ingin mengoreksi, pertama-tama lewat jalur aplikasi namanya Cek Bansos. Kalau tidak biasa menggunakan aplikasi, silakan menghubungi command center Kemensos,” imbuh Gus Ipul.
Transparansi dan Perbaikan Data Berkelanjutan
Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup diri terhadap masukan dan koreksi dari masyarakat. Justru, ruang seluas-luasnya dibuka untuk pembaruan data penerima manfaat agar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Saya ingin tegaskan pemerintah tidak akan menutup diri, apalagi menutup-nutupi data yang memang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan,” katanya.
Sepanjang tahun 2025, Kemensos telah melakukan perbaikan signifikan terhadap data Bansos. Catatan Mureks menunjukkan, sebanyak 3 juta data telah dialihkan kepada penerima manfaat yang memenuhi kriteria. Selain itu, lebih dari 11 juta penerima manfaat Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI) juga telah diserahkan kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria.
“Kita juga mengalihkan 11 juta lebih penerima manfaat PBI diserahkan kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria,” jelasnya.
Selain perbaikan data, Kemensos juga tengah memperkuat sistem digitalisasi penyaluran bantuan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi proses distribusi dan meminimalkan potensi penyimpangan.
“Ke depan kalau sistemnya makin mapan, maka nanti proses pengumpulan data dan penyaluran Bansos itu sepenuhnya akan menggunakan teknologi. Dengan begitu menghindari orang ketemu orang,” tutur Gus Ipul.
Gus Ipul berharap pemutakhiran DTSEN dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Konsistensi ini diyakini akan terus meningkatkan kualitas data dan pada akhirnya, penyaluran bantuan akan semakin tepat sasaran.
“Tentu semuanya belum sempurna, tapi kalau ini kita lakukan secara konsisten dan terus menerus Insyaallah kita akan mendapatkan data yang lebih akurat,” pungkasnya.






