Internasional

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan IHSG dan Rupiah Aman dari Dampak Konflik AS-Venezuela

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Penilaian ini mencakup kondisi pasar saham dan nilai tukar rupiah yang dinilai tetap aman.

Purbaya menyoroti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru menunjukkan tren positif di tengah insiden serangan AS ke Venezuela. “Anda lihat pasar saham malah naik kan? jadi mereka melihat justru sedikit positif kan, agak aneh sebenarnya, tapi itu dilihat pasar,” ujar Purbaya saat ditemui di Istana Negara pada Senin, 5 Januari 2026.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Ia juga memastikan bahwa dampak terhadap nilai tukar rupiah nyaris tidak ada, bahkan pergerakannya cenderung positif. “Harusnya positif,” tambahnya. Mureks mencatat bahwa berdasarkan data Refinitiv, rupiah Garuda sempat bertengger di level Rp16.735/US$ atau melemah 0,12% pada penutupan perdagangan sore hari itu. Namun, posisi ini membalikkan penguatan di pagi hari yang sempat dibuka pada level Rp16.700/US$ atau menguat 0,09%.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa dampak serangan AS ke Venezuela terhadap Tanah Air terbatas karena posisi geografis Indonesia yang cukup jauh. Efek terhadap harga minyak global juga diperkirakan tidak besar. Hal ini disebabkan Venezuela tidak lagi aktif dalam perdagangan minyak global.

“Harga minyak kan, mungkin di short run mereka pikir akan turun suplainya tapi kan Amerika sudah izinkan drilling di Alaska jadi ga ngaruh ke suplai dan ke depan kalau dijalankan peningkatan produksinya ya akan bagus juga untuk harga minyak dan suplai minyak dunia,” papar Purbaya, memberikan gambaran tentang stabilitas pasokan minyak.

Mureks