Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan seluruh Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk bekerja keras mempercepat pemulihan layanan publik di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang. Arahan ini disampaikan dalam apel pembukaan Tim Satuan Tugas (Satgas) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kompleks Perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang pada Senin, 5 Januari 2026.
Menurut Mendagri Tito, peran aktif para praja sangat krusial dalam mendorong proses pemulihan pascabencana agar berjalan lebih cepat. Mureks mencatat bahwa fokus pemulihan ini sangat krusial mengingat dampak bencana yang meluas di wilayah tersebut.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Tiga Indikator Keberhasilan Pemulihan
Tito Karnavian menjelaskan, indikator keberhasilan pemulihan daerah terdampak bencana diukur dari tiga aspek utama. Pertama, berjalannya fungsi pemerintahan secara normal. Kedua, terkoneksinya kembali sarana publik. Ketiga, kembalinya aktivitas perekonomian masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Mendagri Tito turut memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atas berbagai upaya yang telah dilakukan untuk membantu pemulihan di daerah terdampak bencana.
“Saya paham betul Bapak Menkes bekerja sangat keras sekali, tapi biasa beliau bekerja tanpa kamera, tanpa ekspos. Padahal luar biasa, semua rumah sakit umum daerah di 52 yang terdampak hampir semuanya kembali normal,” ujar Tito, memuji kinerja Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Selain itu, ia juga mengapresiasi langkah cepat Kementerian UMKM dalam mendampingi pelaku usaha yang terdampak bencana. Berkat pendampingan intensif, aktivitas pasar, warung, toko, hingga restoran di sejumlah daerah mulai kembali berjalan normal.
“Beliau (Menteri UMKM) udah turun. Beliau [berada di lokasi bencana] bukan [hanya] sekarang ini, kemarin-kemarin udah turun ke lapangan dengan pasukan-pasukan beliau, tim pendamping untuk usaha UMKM,” imbuh Mendagri Tito, merujuk pada Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Dukungan Moril dan Komitmen Kemendagri
Mendagri Tito menegaskan, keberadaan para praja di Aceh Tamiang tidak hanya bertujuan membantu pemulihan layanan publik, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. Ia memastikan, Kemendagri akan terus mendukung penuh upaya pemulihan pascabencana bersama pemerintah daerah (Pemda).
“Kali ini kita buat apel untuk membangkitkan semangat, supaya sahabat-sahabat kita, teman-teman kita, Pak Bupati dan Forkopimda tidak merasa sendiri. Kemudian saudara-saudara kita di pengungsian tidak merasa sendiri,” sambung Mendagri Tito, menekankan pentingnya kebersamaan.
Apabila proses pemulihan di Aceh Tamiang berlangsung cepat, Tito menambahkan, tidak menutup kemungkinan para praja akan ditugaskan ke daerah lain yang juga terdampak bencana, seperti Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Gayo Lues. Hal ini merupakan komitmen Kemendagri bersama seluruh pihak dalam mendukung pemulihan pascabencana di seluruh wilayah.
“Terima kasih banyak, dan ke depan kita harus semangat terus. Inilah pengabdian, sekali lagi, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk bisa mengabdi, memberikan dharma baktinya,” tandas Mendagri Tito, menutup sambutannya.
Turut hadir dalam kegiatan apel tersebut antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta jajaran Forkopimda se-Kabupaten Aceh Tamiang.






