Nasional

Membongkar Fondasi Perdamaian Global dalam Islam: Dari Harmoni Universal hingga Etika Perang

Cita-cita perdamaian dunia telah lama menjadi dambaan seluruh umat manusia. Dalam ajaran Islam, konsep perdamaian tidak hanya dimaknai sebagai ketiadaan konflik, melainkan sebuah kondisi aman, tenteram, dan sejahtera yang menciptakan harmoni, baik pada level individu maupun kolektif.

Makna dan Fondasi Perdamaian dalam Islam

Dalam perspektif Islam, perdamaian merujuk pada keadaan aman, tenteram, dan sejahtera, baik secara individu maupun kolektif. Lebih dari sekadar absennya konflik, perdamaian diartikan sebagai terciptanya harmoni yang berkelanjutan dalam kehidupan sosial.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Ajaran Islam secara tegas menekankan nilai-nilai universal seperti keadilan, kasih sayang, dan pengampunan sebagai inti dari perdamaian. Nilai-nilai ini melampaui batas suku, bangsa, dan agama, berfungsi sebagai perekat penting dalam tatanan masyarakat global.

Menurut buku Islam dan Kedamian Dunia (2016) karya Abizal Muhammad Yati, Islam mengajarkan perdamaian sebagai fondasi utama hubungan antar manusia dan bangsa-bangsa. Prinsip ini menegaskan bahwa perdamaian adalah tujuan dan strategi utama dalam membangun peradaban, menurut Mureks.

Landasan Al-Qur’an dan Hadits

Al-Qur’an, kitab suci umat Islam, banyak memuat ayat-ayat yang secara eksplisit mengajak manusia untuk hidup damai dan saling menghormati. Salah satu ayat yang sering menjadi rujukan adalah QS. Al-Hujurat: 10, yang menggarisbawahi pentingnya persaudaraan dan rekonsiliasi di antara umat manusia.

Rasulullah SAW juga memberikan teladan nyata dalam bersikap damai, bahkan terhadap mereka yang memiliki keyakinan berbeda. Banyak hadits yang menekankan urgensi menjaga hubungan baik, menjauhi permusuhan, serta mengedepankan dialog dan toleransi sebagai solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.

Secara historis, ajaran perdamaian ini diwujudkan melalui berbagai perjanjian dan diplomasi. Piagam Madinah, misalnya, menjadi contoh konkret bagaimana Islam berhasil membangun tatanan masyarakat yang damai dan inklusif di masa awal.

Perang: Pilihan Terakhir dalam Islam

Meskipun Islam mengedepankan perdamaian, perang diizinkan dalam kondisi tertentu. Perang dalam Islam bukanlah tujuan, melainkan bentuk pertahanan terakhir ketika upaya perdamaian tidak lagi dapat dicapai. Islam hanya memperbolehkan perang jika terjadi penindasan, ancaman terhadap nyawa, atau pelanggaran atas keadilan yang fundamental.

Islam juga menetapkan aturan etika yang ketat dalam peperangan. Prinsip-prinsip ini mencakup larangan menyerang non-kombatan, kewajiban menjaga lingkungan, dan keharusan menghormati perjanjian damai. Etika ini bertujuan untuk menjaga martabat kemanusiaan bahkan dalam situasi konflik.

Tujuan utama perang menurut Islam adalah mempertahankan diri dan menegakkan keadilan. Perang tidak boleh dilakukan untuk ekspansi wilayah atau permusuhan semata. Dalam buku Islam dan Kedamian Dunia, Abizal Muhammad Yati menegaskan, “perang hanya dibenarkan dalam rangka mempertahankan diri dan menegakkan keadilan, bukan untuk ekspansi atau permusuhan.” Penekanan ini secara jelas menunjukkan bahwa perdamaian selalu menjadi prioritas utama.

Kontribusi Umat Islam untuk Perdamaian Global

Umat Islam didorong untuk secara aktif menciptakan suasana damai di lingkungan sekitar mereka. Hal ini diwujudkan melalui dialog konstruktif, kerja sama lintas batas, serta sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak negara dengan mayoritas Muslim telah berperan aktif dalam upaya perdamaian internasional, seperti menjadi mediator konflik atau terlibat dalam misi perdamaian PBB. Upaya-upaya ini menegaskan peran aktif Islam dalam menjaga stabilitas dunia.

Abizal Muhammad Yati kembali menegaskan bahwa Islam menempatkan perdamaian dunia sebagai cita-cita luhur yang harus diperjuangkan oleh seluruh umat manusia. Pandangan ini secara konsisten mendorong masyarakat Muslim untuk berkontribusi dalam merawat harmoni global.

Kesimpulan

Secara ringkas, konsep perdamaian dunia dalam Islam berakar kuat pada ajaran Al-Qur’an dan sunnah Nabi, yang menempatkan harmoni dan keadilan sebagai prinsip utama. Perang, di sisi lain, hanya diperbolehkan sebagai langkah terakhir untuk mempertahankan diri dan menegakkan keadilan.

Prinsip-prinsip perdamaian dalam Islam tetap relevan dan dapat menjadi inspirasi penting dalam menyelesaikan berbagai konflik modern. Melalui nilai-nilai keadilan, toleransi, dan kasih sayang, ajaran Islam terus mendorong terwujudnya dunia yang lebih damai dan harmonis.

Mureks