Nasional

Membangun Asa Sejak Dini: Mahasiswi Unpam Tanamkan Literasi Keuangan di Panti Asuhan Mizan Amanah

Keterampilan mengelola keuangan merupakan fondasi penting dalam membentuk masa depan seseorang. Kesadaran akan nilai uang, kemampuan mengatur pengeluaran, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan, idealnya ditanamkan sejak usia dini. Namun, tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pemahaman tersebut, terutama mereka yang tumbuh dalam keterbatasan lingkungan dan akses pendidikan.

Edukasi Literasi Keuangan untuk Anak Panti Asuhan

Berangkat dari kesadaran tersebut, sekelompok mahasiswi dari Universitas Pamulang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan ini menyasar anak-anak di Panti Asuhan Mizan Amanah, dengan tujuan memberikan edukasi literasi keuangan dasar secara sederhana dan aplikatif. Pendekatan ini dirancang agar mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Materi utama yang disampaikan dalam kegiatan ini berfokus pada pemahaman perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Konsep ini menjadi landasan krusial dalam membangun pola pikir finansial yang sehat. Anak-anak diajak memahami bahwa kebutuhan adalah hal-hal esensial untuk menunjang kehidupan, seperti makanan, pendidikan, dan pakaian. Sementara itu, keinginan bersifat tambahan dan tidak selalu harus dipenuhi secara langsung.

Melalui diskusi interaktif dan contoh-contoh sederhana, anak-anak mulai memahami pentingnya menentukan prioritas. Mereka diajak menyadari bahwa mengelola uang bukan berarti tidak boleh memiliki keinginan, melainkan belajar mengatur waktu dan cara untuk mewujudkannya. Dari proses ini, anak-anak dilatih untuk berpikir lebih bijak dalam menggunakan uang yang mereka miliki.

Celengan Kreatif sebagai Simbol Awal Kebiasaan Menabung

Agar pembelajaran tidak hanya berhenti pada teori, kegiatan ini dilengkapi dengan aktivitas praktik berupa pembuatan celengan. Sesi ini menjadi salah satu yang paling menarik perhatian anak-anak karena melibatkan kreativitas dan keterampilan tangan. Celengan yang dibuat tidak hanya menjadi hasil karya, tetapi juga simbol awal kebiasaan menabung.

Melalui celengan tersebut, anak-anak diajarkan bahwa menabung tidak harus dimulai dari jumlah besar. Justru, kebiasaan menyisihkan uang secara rutin, meskipun dalam jumlah kecil, merupakan langkah penting dalam membangun kedisiplinan dan tanggung jawab. Setiap uang yang disimpan menjadi bentuk komitmen terhadap tujuan yang ingin dicapai.

Dalam sesi refleksi, anak-anak juga diajak untuk berbagi cerita mengenai cita-cita dan harapan mereka di masa depan. Ada yang ingin melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, memiliki profesi tertentu, atau membantu orang lain. Dari sesi ini terlihat bahwa anak-anak memiliki impian besar, meskipun berada dalam keterbatasan. Literasi keuangan kemudian diperkenalkan sebagai salah satu cara untuk membantu mereka menyusun langkah kecil menuju impian tersebut.

Dampak Jangka Panjang dan Pembelajaran Bermakna

Bagi para mahasiswi, kegiatan pengabdian ini bukan sekadar bentuk pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Catatan Mureks menunjukkan, interaksi dengan anak-anak panti asuhan memberikan pemahaman bahwa edukasi yang tepat sasaran dapat memberikan dampak jangka panjang. Literasi keuangan, menurut mereka, bukan hanya tentang angka, melainkan tentang membentuk karakter disiplin, kesabaran, dan perencanaan hidup.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa setiap anak memiliki potensi untuk membangun masa depan yang lebih baik. Dengan pemahaman keuangan yang sederhana dan kebiasaan menabung sejak dini, anak-anak dapat belajar mengelola sumber daya yang mereka miliki secara bijak dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga menyimpan harapan. Dari kebiasaan kecil yang dilakukan hari ini, anak-anak belajar bahwa impian dapat diraih melalui proses, konsistensi, dan usaha yang berkelanjutan. Semoga melalui literasi keuangan dan kebiasaan menabung sejak dini, anak-anak Panti Asuhan Mizan Amanah dapat terus menyusun impian mereka dan melangkah dengan keyakinan menuju masa depan yang lebih cerah.

Mureks