Nasional

Mayat Perempuan Warga Bojonegoro Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo Tuban, Diduga Bunuh Diri Akibat Sakit Menahun

Sesosok mayat perempuan berinisial KAS (65), warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, ditemukan mengapung di aliran Sungai Bengawan Solo. Penemuan ini terjadi di wilayah Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, pada Senin sore (05/01/2026).

Sumber dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa korban diduga melakukan bunuh diri dengan melompat dari atas Jembatan Glendeng. Jembatan ini merupakan penghubung antara Desa Simo, Kecamatan Soko, Tuban, dengan Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Kota, Bojonegoro. Tindakan tersebut diduga dipicu oleh penderitaan akibat sakit yang tak kunjung sembuh dan kondisi korban yang tinggal di rumah seorang diri.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Setelah dievakuasi, jenazah KAS kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Kronologi Penemuan Mayat

Kapolsek Bojonegoro Kota, Polres Bojonegoro, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Agus El Fauzi SH, membenarkan adanya penemuan mayat perempuan tersebut. “Penemuan mayat di bantaran Sungai Bengawan Solo turut Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban,” tutur AKP Agus El Fauzi.

Kapolsek mengungkapkan, kronologi penemuan bermula pada Senin (05/01/2026) sekitar pukul 15.15 WIB. Saat itu, anggota Polsek Soko, Polres Tuban, menerima informasi dari warga mengenai seorang perempuan yang melompat dari Jembatan Glendeng dan tenggelam di Sungai Bengawan Solo.

“Setelah dilakukan pencarian, sekitar pukul 15.45 WIB korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Dan saat ditemukan, pada jasad korban tidak ditemukan identitas apa pun,” kata Kapolsek.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk proses identifikasi hingga akhirnya identitas korban diketahui.

“Dari keterangan pihak keluarga, korban menderita sakit menahun dan tinggal di rumah seorang diri,” jelas Kapolsek.

Mureks mencatat bahwa menurut Kapolsek, berdasarkan keterangan pihak keluarga, pada Senin (05/01/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, korban pamit dan pergi dari rumah hendak periksa dan berangkat sendirian. “Selanjutnya pihak keluarga mendapati kabar dari pihak kepolisian bahwa korban sudah meninggal dunia,” tambah Kapolsek.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menerima sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan.

“Saat ini jenazah korban telah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Kapolsek Bojonegoro Kota, AKP Agus El Fauzi SH.

Mureks