Menjelang perhelatan Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, resolusi 8K kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pembeli TV dan penggemar audio-visual. Namun, pertanyaan besar muncul: apakah tahun 2026 akan menjadi titik balik bagi televisi 8K untuk akhirnya mendominasi pasar?
Dalam beberapa tahun terakhir, televisi dengan resolusi 8K asli justru jarang terlihat di pasaran. Padahal, resolusi ini sempat digadang-gadang sebagai masa depan teknologi TV. Kini, saat merek-merek TV terbesar bersiap meluncurkan produk terbaik mereka, penting untuk meninjau kembali kondisi terkini layar 8K.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Mengapa Televisi 8K Belum Mampu Bersinar?
Ada dua alasan utama mengapa resolusi 8K belum menjadi standar baru untuk televisi. Pertama adalah biaya produksi dan harga jual yang tinggi, serta kedua adalah minimnya konten asli 8K yang tersedia.
Televisi 8K sangat mahal untuk diproduksi, sehingga harganya pun terlalu tinggi bagi konsumen rata-rata. Saat ini, tidak banyak lagi TV 8K yang tersisa di pasaran. Model yang ada cenderung jauh lebih mahal dibandingkan TV 4K dengan ukuran serupa.
Yang tak kalah penting, konten 8K yang bisa dinikmati di TV 8K sangatlah sedikit. Standar 4K sendiri baru saja menjadi umum untuk platform streaming. Siaran TV langsung, seperti TV kabel dan siaran over-the-air, sebagian besar masih di bawah resolusi 4K saat mencapai layar Anda.
Kondisi ini menciptakan sebuah siklus yang sulit diputus. Tanpa konten 8K, tidak ada yang mau mengeluarkan uang untuk TV 8K. Sebaliknya, karena sangat sedikit orang yang memiliki TV 8K, pembuat konten pun memiliki sedikit alasan untuk mengeluarkan lebih banyak uang guna memproduksi konten 8K.
Tantangan dan Penarikan Dukungan dari Produsen Besar
Potensi ekspansi konten 8K semakin sulit dibayangkan ketika beberapa merek TV, termasuk LG, baru-baru ini menarik dukungan mereka untuk ATSC 3.0. Format ini memungkinkan pengiriman konten 4K asli melalui antena dalam ruangan. Jika produsen TV sudah mulai menyerah pada siaran 4K over-the-air, harapan apa yang tersisa untuk 8K?
Sony, salah satu pemain besar di industri, baru-baru ini mengumumkan penghentian produksi Z9K, satu-satunya TV 8K mereka. Model yang debut pada tahun 2022 ini kini stoknya hampir habis. Meskipun merek tersebut belum secara resmi menutup pintu untuk TV 8K, untuk sementara waktu, Sony telah keluar dari bisnis TV 8K.
Pada tahun 2025, Samsung menjadi satu-satunya produsen TV besar yang merilis TV 8K baru. Samsung QN990F memukau dengan kecerahan HDR yang luar biasa dan kontrol lampu latar berbasis Mini-LED yang fantastis. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa harganya terlalu tinggi untuk pembeli rata-rata.
Sepanjang tahun lalu, merek-merek pesaing seperti Hisense, LG, dan TCL hampir tidak menyebutkan TV 8K. Kini, dengan CES 2026 yang semakin dekat, kita akan segera mengetahui apakah ada di antara perusahaan-perusahaan ini yang akan kembali meramaikan pasar dengan model 8K baru.
Prediksi untuk CES 2026 dan Masa Depan 8K
Michael Desjardin, seorang editor senior untuk TV di Tom’s Guide yang telah meliput industri TV selama lebih dari sepuluh tahun, menyatakan bahwa kejutan selalu mungkin terjadi, terutama di CES. Acara ini merupakan salah satu kesempatan terbaik bagi merek untuk memamerkan produk paling futuristik mereka guna menarik perhatian.
Namun, Michael Desjardin tidak berharap tahun 2026 akan menjadi tahun kebangkitan TV 8K. Menurut Mureks, bahkan ada argumen yang menyebutkan bahwa kita lebih dekat pada akhir perjalanan TV 8K sekarang daripada saat ia mulai mengulas TV pada tahun 2014.
Pada titik ini, Samsung tampaknya bertekad untuk menjadi pemasok utama TV 8K baru dan mutakhir di dunia. Meskipun tantangan pasar terlihat jelas, Samsung terus mengeluarkan TV 8K yang mengesankan, meskipun mahal. Mungkin dalam beberapa tahun ke depan, merek ini akan dianggap bertanggung jawab untuk membawa kita semua ke masa depan.





