Internasional

Maria Corina Machado: “Trump Pejuang Kebebasan, Hari-hari Rezim Maduro Sudah Bisa Dihitung”

Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, menyatakan dukungan mutlak terhadap strategi militer dan tekanan politik yang dilancarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghadapi rezim Nicolas Maduro. Machado, yang juga peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2025, menyebut Trump sebagai “pejuang kebebasan” di belahan bumi Barat.

Dalam wawancara eksklusif dengan program Face the Nation bersama Margaret Brennan dari CBS News, Machado menyampaikan rasa terima kasihnya. “Kami, rakyat Venezuela, sangat berterima kasih kepada beliau dan pemerintahannya, karena saya percaya beliau adalah pejuang kebebasan di wilayah ini,” ujar Machado. Mureks mencatat bahwa Machado menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2025 di Oslo, Norwegia, setelah bertahun-tahun hidup dalam persembunyian di bawah ancaman rezim Maduro.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Sebelumnya, Machado juga mengungkapkan bahwa ia mendedikasikan penghargaan Nobel miliknya kepada Trump. Ia menilai Trump berhasil menempatkan krisis Venezuela sebagai prioritas utama keamanan nasional Amerika Serikat. “Kami telah meminta hal ini selama bertahun-tahun, dan akhirnya terjadi. Itulah mengapa saya yakin hari-hari rezim ini sudah bisa dihitung,” tegas Machado.

Dukungan Machado mencakup berbagai langkah keras yang diambil Washington dalam beberapa pekan terakhir. Ini termasuk penguatan aset militer AS di kawasan Amerika Latin, serangan terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba, serta penyitaan anjungan minyak milik Venezuela.

Meski mengakui adanya risiko ekonomi bagi rakyat Venezuela yang sudah miskin akibat sanksi dan penyitaan minyak, Machado berdalih bahwa langkah ini perlu diambil demi keselamatan nyawa warga dalam jangka panjang. “Maduro-lah yang menyatakan perang terhadap rakyat Venezuela. Sebuah perang yang tidak kami inginkan, yang telah mengakibatkan ratusan ribu pembunuhan dan eksekusi sepihak dalam beberapa tahun terakhir,” kata Machado.

Saat ditanya mengenai kemungkinan blokade total, Machado mendesak adanya tindakan hukum global. Ia berharap tidak hanya AS, tetapi juga negara-negara Karibia, Amerika Latin, dan Eropa turut memblokir seluruh aktivitas ilegal rezim Nicolas Maduro. “Kita perlu meningkatkan ‘biaya’ bagi mereka untuk tetap berkuasa dengan paksaan. Begitu biaya untuk bertahan lebih tinggi daripada biaya untuk melepaskan kekuasaan, rezim akan runtuh, dan itulah saatnya kita bergerak menuju transisi yang dirundingkan,” pungkas Machado.

Mureks