Internasional

Ketegangan Global Memanas: AS Ancam Venezuela, Korut Uji Rudal, China Peringatkan Warganya di Jepang

Situasi geopolitik internasional memanas pada Senin (5/1/2026) dengan serangkaian peristiwa krusial yang menarik perhatian dunia. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman serangan militer terhadap Venezuela dan menuduh Presiden Kolombia Gustavo Petro sebagai pengedar narkoba. Di sisi lain, Korea Utara meluncurkan rudal hipersonik, sementara China mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi warganya di Jepang.

Ancaman AS Terhadap Venezuela dan Kolombia

Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan kedua terhadap Venezuela. Ancaman ini disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (4/1) waktu setempat. “Jika mereka tidak berperilaku baik,” tegas Trump, merujuk pada anggota pemerintahan Venezuela yang tersisa agar bekerja sama dengan upaya Washington untuk “memperbaiki” negara tersebut.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Ancaman ini muncul setelah pasukan AS menyerang Caracas, ibu kota Venezuela, pada dini hari Sabtu (3/1) waktu setempat. Serangan mendadak tersebut membombardir target-target militer dengan tujuan menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan, demikian dilansir Reuters dan Hindustan Times.

Tidak hanya Venezuela, Trump juga menargetkan Kolombia. Ia menuduh Presiden Kolombia Gustavo Petro sebagai pengedar narkoba dan mengancam tindakan militer serupa. “Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama,” kata Trump, dilansir AFP. Presiden Petro sendiri menolak keras tuduhan dan ancaman tersebut.

Korea Utara Luncurkan Rudal Hipersonik, Siap Perang

Di tengah ketegangan global, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi peluncuran rudal hipersonik “mutakhir” pada Senin (5/1). Media pemerintah Korut melaporkan bahwa uji coba ini merupakan bagian dari persiapan kekuatan nuklir Pyongyang untuk perang. “Krisis geopolitik” disebut-sebut membuat uji coba tersebut semakin mendesak, sebagai isyarat jelas terhadap serangan AS terhadap Venezuela akhir pekan ini.

Sebelumnya, pemerintah Korea Selatan dan Jepang pada Minggu (4/1) mendeteksi peluncuran dua rudal balistik dari dekat Pyongyang. Ini adalah uji coba rudal pertama Korut tahun ini. Peluncuran tersebut terjadi hanya beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertolak ke China untuk pertemuan puncak. Lee berharap dapat memanfaatkan pengaruh China atas Korea Utara untuk meningkatkan hubungan Seoul dengan Pyongyang.

China Imbau Warganya di Jepang Waspada

Hubungan China dan Jepang kembali memanas. Pemerintah China mengimbau setiap warganya yang berada di Jepang untuk tetap waspada dan menghindari perjalanan ke negara tersebut dalam waktu dekat. Beijing mengklaim warga negara China telah menjadi sasaran di sejumlah wilayah Jepang beberapa waktu terakhir.

Imbauan ini dirilis Kedutaan Besar China di Tokyo pada Sabtu (3/1) waktu setempat, namun baru dilaporkan media pemerintah China pada Senin (5/1), seperti dilansir Anadolu Agency. Ketegangan ini dipicu oleh komentar kontroversial Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi soal Taiwan, yang dinilai Beijing sebagai potensi intervensi.

Putra Nicolas Maduro Serukan Perlawanan

Menyusul penangkapan ayahnya, Presiden Venezuela Nicolas Maduro, oleh AS terkait tuduhan narkoterorisme, putra Maduro, Nicolas Maduro Guerra (35), menyerukan warga Venezuela untuk turun ke jalan. Guerra, yang juga merupakan anggota Kongres Venezuela, merilis pesan audio via media sosial pada Minggu (4/1) waktu setempat.

“Kalian akan melihat kami di jalanan, kalian akan melihat kami di sisi rakyat, kalian akan melihat kami mengibarkan bendera martabat,” kata Guerra dalam pesannya, dilansir AFP. Seruan ini menunjukkan solidaritas dan perlawanan terhadap tindakan AS.

Mureks mencatat bahwa serangkaian peristiwa ini mengindikasikan peningkatan ketegangan di berbagai belahan dunia, dengan implikasi signifikan terhadap stabilitas regional dan global.

Mureks