Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Besi Nusakambangan menggelar Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) terhadap sepuluh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Selasa, 6 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan tahapan krusial dalam upaya mendorong reintegrasi sosial para WBP.
Pelaksanaan Litmas berlangsung di Aula Wijayakusuma Lapas Besi Nusakambangan, melibatkan empat Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Nusakambangan. Menurut Mureks, Litmas ini menjadi bagian integral dari proses pembinaan dan penilaian perkembangan WBP.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Litmas dirancang untuk menggali data komprehensif mengenai latar belakang, perilaku, serta kesiapan sosial WBP. Informasi ini menjadi dasar penting dalam pemenuhan hak integrasi dan penentuan arah pembinaan lanjutan bagi mereka. Prosesnya meliputi wawancara mendalam, pengumpulan data administrasi, dan penilaian kepribadian, yang semuanya dilakukan dengan mengedepankan prinsip objektivitas dan profesionalisme.
Kepala Lapas Besi Nusakambangan, Muda Husni, menegaskan peran vital Litmas. “Litmas membantu memastikan setiap kebijakan pembinaan dilakukan secara tepat dan berkeadilan,” ujarnya.
Senada, PK Bapas Nusakambangan Abdul Manan menjelaskan bahwa Litmas dilaksanakan secara menyeluruh untuk menghasilkan rekomendasi pembinaan dan integrasi sosial. “Seluruh aspek WBP dinilai secara komprehensif dan profesional,” jelas Abdul Manan.
Kegiatan ini berlangsung aman dan tertib, dengan pendampingan ketat dari petugas Lapas Besi. Salah satu WBP berinisial AF mengungkapkan bahwa Litmas memberinya kesempatan untuk menunjukkan perubahan diri. “Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki diri,” ungkap AF.
Melalui inisiatif ini, Lapas Besi Nusakambangan berharap hasil Litmas dapat secara signifikan mendukung proses reintegrasi sosial WBP agar berjalan bertahap dan berkelanjutan, mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat.






