Indonesia, dengan kekayaan budaya dan agama yang melimpah, senantiasa dihadapkan pada tantangan untuk menjaga harmoni sosial. Menghadapi perbedaan tersebut, sikap toleransi menjadi kunci utama agar masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai.
Menurut dokumen ‘Toleransi: Makna, Contoh, dan Pentingnya dalam Kehidupan Bermasyarakat’ yang diterbitkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tahun 2025, toleransi didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk menerima serta menghormati keberagaman. Mureks mencatat bahwa definisi ini menekankan pentingnya penghargaan terhadap perbedaan individu, baik dari segi suku, keyakinan agama, ras, kebudayaan, maupun cara pandang.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Sikap menghormati keberagaman ini bukan sekadar konsep, melainkan wujud nyata dalam perbuatan sehari-hari. Ini berarti memberikan ruang dan menghargai teman atau tetangga yang menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing, tanpa intervensi atau paksaan.
Toleransi juga tercermin ketika seseorang tidak memaksakan pandangan atau keyakinan pribadinya kepada orang lain. Dalam kehidupan bermasyarakat, nilai ini dapat diwujudkan melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan siapa pun, tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, maupun agama.
Di era digital saat ini, bentuk toleransi lainnya adalah menahan diri dari penyebaran ujaran kebencian di media sosial yang dapat memecah belah. Selain itu, semangat saling menolong saat terjadi bencana atau musibah, tanpa memandang perbedaan etnis atau kepercayaan, menjadi bukti nyata bahwa toleransi mampu memperkuat persatuan.
Secara fundamental, toleransi merupakan sikap mendasar yang berperan besar dalam menjaga kehidupan sosial agar tetap harmonis. Dengan adanya sikap saling menghargai perbedaan, masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai dan produktif.
Penerapan toleransi secara konsisten akan memunculkan dampak positif seperti terciptanya lingkungan yang inklusif, berkurangnya konflik sosial, serta meningkatnya rasa persaudaraan antarwarga. Pemahaman ini penting bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para siswa, untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih rukun.
Referensi penulisan: kumparan.com






