Kota Lahore, Pakistan, kembali diselimuti kabut asap tebal pada Jumat, 2 Januari 2026, akibat memburuknya kualitas udara. Kondisi ini menyebabkan jarak pandang terbatas dan menimbulkan risiko kesehatan serius bagi penduduk setempat.
Menurut pantauan Mureks, indeks kualitas udara (AQI⁺) di Lahore menunjukkan level yang tidak sehat, bahkan berbahaya. Situasi ini sangat mengkhawatirkan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, yang berpotensi mengalami gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Peningkatan polusi udara ini merupakan fenomena tahunan yang kerap terjadi selama musim dingin di wilayah tersebut. Kombinasi emisi kendaraan, aktivitas industri yang padat, serta pembakaran limbah dan sisa pertanian di sekitar kawasan perkotaan menjadi pemicu utama memburuknya kualitas udara.
Meskipun kondisi udara memburuk, sejumlah pengendara bermotor dan pekerja tetap menjalankan aktivitas rutin mereka sejak pagi hari. Namun, otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan kesehatan kepada masyarakat. Warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker pelindung jika terpaksa beraktivitas di luar.
Pemerintah daerah juga menyatakan terus memantau kondisi udara secara ketat. Mereka mempertimbangkan langkah-langkah darurat guna menekan tingkat polusi, termasuk potensi pembatasan lalu lintas dan aktivitas industri tertentu di Lahore.






