Perbankan syariah kini menjadi salah satu sektor keuangan yang tumbuh pesat, khususnya di negara-negara mayoritas Muslim. Konsep ini lahir dari kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang selaras dengan prinsip ajaran Islam. Artikel ini akan mengupas tuntas pengertian perbankan syariah, jejak sejarah kemunculannya, serta bagaimana perkembangannya di Indonesia.
Memahami Esensi Perbankan Syariah
Perbankan syariah merupakan sistem keuangan yang berlandaskan nilai-nilai dan hukum Islam. Menurut Nurul Ichsan Hasan dalam bukunya Perbankan Syariah (Sebuah Pengantar) (2021), lembaga ini menjalankan operasinya berdasarkan prinsip-prinsip syariah, khususnya yang tercantum dalam Al-Quran dan hadis. Kehadiran layanan ini menjadi alternatif dari sistem perbankan konvensional yang umum digunakan.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Beberapa ahli menyatakan bahwa perbankan syariah adalah lembaga keuangan yang aktivitasnya tidak melibatkan riba (bunga), gharar (ketidakjelasan), dan maysir (judi). Semua transaksi diatur agar sesuai dengan syariat Islam dan mendapat pengawasan dari dewan syariah.
Prinsip utama dari perbankan syariah adalah larangan riba, serta penerapan sistem bagi hasil (mudharabah dan musyarakah). Selain itu, seluruh transaksi harus bebas dari unsur penipuan dan spekulasi. Setiap kegiatan usaha juga harus halal dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Perbedaan Mendasar dengan Perbankan Konvensional
Sistem syariah menekankan keadilan dan transparansi, sementara bank konvensional berfokus pada keuntungan berbasis bunga. Lain halnya dengan perbankan syariah, di mana keuntungan didapat dari bagi hasil, ujrah (fee), dan akad-akad yang jelas. Mureks mencatat bahwa perbedaan fundamental ini membentuk karakteristik yang berbeda dalam pengelolaan dana nasabah.
Menurut Nurul Ichsan Hasan dalam bukunya Perbankan Syariah (Sebuah Pengantar), perbankan syariah adalah sistem perbankan yang dijalankan dengan prinsip keadilan, transparansi, dan kepatuhan pada syariat Islam, khususnya dalam hal larangan bunga dan praktik keuangan yang tidak jelas.
Jejak Sejarah Perbankan Syariah Global
Perbankan syariah lahir dari keinginan masyarakat Muslim untuk memiliki layanan keuangan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Sejarahnya cukup panjang dan dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi serta kebutuhan umat Islam di berbagai negara.
Awal mula perbankan syariah dipicu oleh kekhawatiran terhadap praktik riba yang dilarang dalam Islam. Kebutuhan akan sistem keuangan yang adil dan transparan pun semakin meningkat, terutama di kawasan Timur Tengah pada pertengahan abad ke-20.
Perkembangan perbankan syariah mulai secara signifikan pada tahun 1970-an, dengan berdirinya bank-bank syariah di Mesir dan negara-negara Teluk. Selanjutnya, sistem ini diadopsi oleh berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Pakistan, hingga akhirnya menjadi bagian penting dalam sistem keuangan global.
Sebagaimana dijelaskan dalam buku Perbankan Syariah (Sebuah Pengantar), sejarah perbankan syariah bermula dari keinginan masyarakat Muslim untuk menghindari bunga dan menciptakan sistem keuangan yang sesuai syariat.
Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia
Indonesia menjadi salah satu negara dengan perkembangan perbankan syariah yang cukup pesat. Munculnya sistem ini menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Perbankan syariah di Indonesia mulai berkembang sejak awal 1990-an, saat berdirinya Bank Muamalat Indonesia sebagai bank syariah pertama. Sejak saat itu, bank syariah terus tumbuh, baik dari sisi jumlah maupun aset yang dikelola.
Pemerintah membentuk regulasi khusus dan mendirikan Dewan Pengawas Syariah untuk memastikan seluruh produk dan layanan sesuai syariat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memiliki peran penting dalam pengawasan dan pengembangan perbankan syariah di tanah air.
Tantangan terbesar adalah edukasi masyarakat dan penguatan sumber daya manusia. Namun, peluang pertumbuhan masih terbuka lebar, mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan semakin banyak yang membutuhkan layanan keuangan syariah. Menurut Mureks, potensi pasar ini sangat besar.
Dalam Perbankan Syariah (Sebuah Pengantar), Nurul Ichsan Hasan menyebutkan bahwa perbankan syariah di Indonesia mulai berkembang sejak berdirinya Bank Muamalat dan terus mengalami pertumbuhan signifikan, didukung oleh regulasi yang jelas serta dukungan masyarakat.
Implikasi dan Masa Depan Perbankan Syariah
Perbankan syariah menawarkan alternatif sistem keuangan yang lebih adil dan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Kehadiran perbankan syariah telah memberikan pilihan baru bagi masyarakat yang ingin bertransaksi secara halal dan transparan.
Bagi umat Islam di Indonesia, perbankan syariah menjadi solusi untuk berinvestasi dan menabung tanpa khawatir melanggar syariat. Dukungan regulasi dan inovasi produk terus memperkuat posisi perbankan syariah sebagai bagian penting dari sistem keuangan nasional.






