Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkirakan sekitar 2 juta wisatawan memadati wilayahnya selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Angka ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, pada Jumat, 2 Januari 2026, di Kepatihan Pemda DIY.
Made menjelaskan bahwa prediksi ini masih di bawah perkiraan nasional yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan, yang menyebutkan lebih dari 9 juta perjalanan wisatawan ke DIY. “Belum masuk ke saya (data pastinya). Dari jumlah kan perkiraannya kalau secara nasional hitungannya Kemenhub sekitar 9 juta yang menjalankan perjalanan. Tapi saya (kira) nggak. Sekitar 2 jutaan (orang) yang masuk DIY,” ujarnya.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Kesulitan dalam mendapatkan data pasti menjadi tantangan utama bagi Pemprov DIY. Menurut Made, banyaknya pintu masuk ke DIY, terutama melalui kendaraan pribadi, menyulitkan proses penghitungan. “Dari titik yang bisa dikumpulkan itu kan bandara, stasiun, terminal. Sedangkan kalau lihat kan banyak yang pakai kendaraan pribadi. Nah ini masuknya bisa di-counting (hitung) dari jalan masuk di Prambanan, kemudian di Tempel. Kemudian yang masuk dari barat, di Kulon Progo,” jelasnya.
Ia menambahkan, banyak wisatawan juga datang melalui jalan-jalan kecil yang tidak terpantau secara resmi. “Sehingga kemudian memang secara data pastinya kita juga sebenarnya kurang bisa pasti,” beber Made.
Meskipun demikian, Made menegaskan bahwa keramaian wisatawan pada libur Nataru kali ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan periode libur Lebaran sebelumnya. “Ramai ini. Jauh ramai ini,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta juga telah merilis prediksinya. Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, pada Rabu, 17 Desember lalu, menyatakan bahwa 7 juta orang diperkirakan akan masuk ke Kota Yogyakarta dari total 9,38 juta tujuan ke DIY. “Tujuan ke DIY sebesar 9,38 juta orang. Dan masuk ke Kota Yogyakarta sebesar 7 juta orang,” kata Agus Arif.
Menurut Mureks, Dishub Kota Yogyakarta merinci moda transportasi yang digunakan wisatawan. Sebanyak 3,16 juta orang diprediksi menggunakan angkutan umum, sementara 3,86 juta orang lainnya memilih kendaraan pribadi. Dishub Kota Yogyakarta juga memprediksi kenaikan volume lalu lintas rata-rata sebesar 20 persen dari lalu lintas harian normal.
Di tengah keramaian ini, beberapa kusir andong di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, mencatat bahwa jumlah penumpang mereka belum sepenuhnya pulih dan belum bisa menyamai masa-masa sebelum pandemi COVID-19.






