Dua orang penerjun payung dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat latihan di Perairan Laut Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Insiden tragis ini terjadi pada Selasa, 30 Desember 2025, namun satu korban baru berhasil ditemukan pada Jumat, 2 Januari 2026.
Kedua korban diketahui merupakan warga Kabupaten Bandung. Satu korban berhasil dievakuasi tak lama setelah kejadian, sementara korban kedua ditemukan tiga hari kemudian setelah upaya pencarian intensif.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Kronologi Penemuan Jenazah Kedua
Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, pada Jumat (2/1) menjelaskan, jenazah kedua ditemukan oleh nelayan asal Cilacap. Nelayan tersebut melihat jenazah mengapung di laut saat sedang berlayar.
“Jenazah ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB di bagian Pantai Karapyak, perbatasan wilayah Cilacap-Pangandaran, dengan jarak sekitar 17 mil laut dari bibir Pantai Batukaras,” ujar Andri.
Menurut Mureks, tim SAR gabungan segera bergerak menuju lokasi penemuan setelah mendapatkan laporan dari nelayan tersebut untuk melakukan evakuasi.
Awal Mula Insiden
Insiden bermula saat pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Genesa Flight Academy lepas landas dari Bandara Nusawiru pada Selasa (30/12) sekitar pukul 10.15 WIB. Pesawat tersebut membawa lima atlet penerjun payung untuk sesi latihan.
Pada ketinggian 10.000 kaki, terjadi perubahan arah dan kecepatan angin yang signifikan. Kondisi ini menyebabkan kelima penerjun kehilangan kendali dan arah pendaratan yang telah ditentukan.
AKBP Andri Kurniawan menambahkan, “Tiga penerjun berhasil mendarat darurat di Pantai Bojongsalawe dalam kondisi selamat, sementara dua penerjun lainnya jatuh ke perairan laut.”
Dari dua penerjun yang jatuh ke laut, satu korban langsung dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia akibat tenggelam. Korban kedua, yang juga meninggal dunia, baru berhasil ditemukan pada Jumat (2/1) setelah upaya pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.






