Tim gabungan pemerintah dan relawan bergerak cepat mengevakuasi seorang bayi yang lahir dengan kondisi patah bahu di pengungsian Aceh Tamiang, Jumat (2/1). Bayi beserta ibunya yang juga mengalami kondisi kesehatan menurun, kini telah mendapatkan penanganan medis intensif di Rumah Sakit Adam Malik, Medan.
Peristiwa pilu ini bermula dua minggu lalu, ketika sang ibu melahirkan bayinya dalam keterbatasan di pengungsian Desa Rongoh, Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang. Lokasi pengungsian tersebut berada di area perkebunan sawit dan dihuni oleh sekitar 40 pengungsi lainnya.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Mendengar laporan mengenai kondisi darurat ini, Dr. Muhammad Hidayat, seorang relawan kemanusiaan sekaligus Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah RI, segera bertindak. Bersama relawan dari Sekolah Relawan dan tim medis, ia membentuk tim gabungan untuk melakukan evakuasi.
Setibanya di lokasi pengungsian, tim langsung memeriksa kondisi ibu dan bayi. Selain bayi yang mengalami patah tulang bahu, sang ibu juga terdeteksi memiliki kadar hemoglobin (HB) rendah dan memerlukan transfusi darah. Mureks mencatat bahwa ibu dan bayi sebelumnya sudah sempat mendapatkan perawatan awal di rumah sakit setempat.
Proses evakuasi menuju Rumah Sakit Adam Malik, Medan, dilakukan menggunakan ambulans dari Puskesmas Aceh Tamiang pada Rabu (31/12). “Proses evakuasi dilakukan sejak pagi hingga pukul 20.00 WIB. Semoga anak ini tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan bermanfaat,” ujar Hidayat, seperti dikutip pada Jumat (2/1).
Sebelum keberangkatan, Hidayat telah menghubungi pihak RS Adam Malik untuk memastikan kesiapan penanganan. Direktur RS Adam Malik, dr. Zainal, memberikan atensi khusus terhadap kasus ini. Setelah tiba di rumah sakit, Hidayat menyampaikan, “Bayi sudah aman dan nyaman sedang tidur. Terima kasih seluruh pihak yang sudah membantu.”
Pihak keluarga bayi menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang diberikan. “Saya mewakili keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada para relawan dan pemerintah yang telah membawa kami dari Aceh hingga ke RS Adam Malik di Medan. Semoga bencana di Aceh segera membaik, dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” tutur perwakilan keluarga dalam sebuah video.






