MOSKOW – Rusia pada Kamis (1/1) menuding Kyiv berada di balik serangan pesawat tak berawak atau drone terhadap sebuah hotel di wilayah Kherson selatan Ukraina yang dikuasai Moskow. Insiden mematikan tersebut menewaskan sedikitnya 20 orang yang tengah merayakan Tahun Baru, dan Rusia menuduh Ukraina “menggagalkan” upaya perdamaian.
Tuduhan ini muncul pada momen krusial, menyusul berminggu-minggu upaya diplomatik yang bertujuan menengahi pengakhiran perang. Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan negaranya “tinggal 10 persen” lagi dari kesepakatan perdamaian. Konflik ini telah merenggut puluhan ribu nyawa, menghancurkan Ukraina timur, dan memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah mereka sejak Rusia melancarkan serangan besar-besaran pada tahun 2022.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Detail Serangan dan Korban Jiwa
Menurut Vladimir Saldo, gubernur wilayah Kherson yang ditunjuk Rusia, “musuh” menembakkan tiga drone yang menghantam sebuah kafe dan hotel di pantai Laut Hitam di Khorly. Saldo menyebutkan bahwa lokasi tersebut adalah tempat “warga sipil merayakan Tahun Baru”. Gambar yang diunggahnya di Telegram menunjukkan bangunan yang hangus terbakar, tumpukan puing yang masih berasap, serta mayat-mayat yang terbakar.
Komite Investigasi Rusia telah membuka penyelidikan atas serangan tersebut. Mereka menyatakan, insiden itu telah “menewaskan lebih dari 20 orang dan melukai banyak lainnya”. Kementerian Luar Negeri Rusia menambahkan bahwa jumlah korban tewas masih dalam proses klarifikasi. Saldo juga mengungkapkan bahwa lebih dari 100 orang berkumpul di hotel pada malam serangan itu.
Hingga saat ini, Kyiv belum memberikan komentar resmi mengenai tuduhan tersebut.
Tuduhan Rusia dan Respons Ukraina
Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam keras insiden ini sebagai “serangan teroris”. Mereka menyerukan organisasi internasional untuk mengutuk tindakan tersebut dan memperingatkan Kyiv akan “konsekuensi yang sesuai”. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Rusia juga menuduh otoritas Ukraina “dengan sengaja menggagalkan setiap upaya untuk menemukan solusi damai bagi konflik tersebut”.
Sementara itu, Presiden Zelensky mengatakan Rusia melanjutkan perang “hingga Tahun Baru” dengan lebih dari 200 drone yang ditembakkan semalaman, terutama menargetkan fasilitas energi. Operator listrik Ukraina, Ukrenergo, melaporkan bahwa “Sejumlah besar konsumen” mengalami pemadaman listrik akibat serangan tersebut. Infrastruktur kereta api dan pelabuhan juga mengalami kerusakan dalam serangan terbaru ini.
Di wilayah Kharkiv, Rusia menyerang sebuah taman yang dilengkapi kebun binatang, melukai satu orang. Oleksandr Feldman, pemilik taman, kepada media Ukraina mengungkapkan bahwa serangan itu juga melukai hewan, termasuk singa, serta membunuh burung pegar dan burung beo. Mureks mencatat bahwa eskalasi serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung, menunjukkan kompleksitas konflik yang belum mereda.






