Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Digitalisasi penegakan hukum ini, menurut Mureks, dinilai lebih transparan dan minim potensi transaksional dibandingkan tilang manual.
Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa revitalisasi ETLE telah membawa dampak signifikan. “ETLE setelah kami revitalisasi, kami kedepankan 95 persen penegakan hukum dengan ETLE, ternyata tingkat kepatuhan masyarakat cukup tinggi,” ujar Irjen Agus, dikutip dari Antara, Kamis (01/01/2026).
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Agus menjelaskan, transformasi digital melalui ETLE secara positif membangun kepercayaan publik. Berbeda dengan tilang manual yang sering menimbulkan kecurigaan saat pengendara dihentikan, ETLE justru membuat pelanggar lebih siap mengakui kesalahan dan menyelesaikan kewajibannya.
“Ribuan terkonfirmasi dan pelanggar itu mengakui dan siap membayar dengan BRIVA. Ini lompatannya cukup besar sekali,” tambahnya.
Target Peningkatan Unit ETLE
Saat ini, jumlah perangkat ETLE yang terpasang di berbagai wilayah Indonesia mencapai sekitar 1.200 unit. Korlantas Polri menargetkan peningkatan signifikan dengan menambah jumlah kamera ETLE hingga 5.000 unit pada tahun 2026.
“Ini juga kami akan revitalisasi sehingga betul-betul penegakan hukum menggunakan teknologi ini adalah bagian daripada menghilangkan transaksional, termasuk juga pelanggaran-pelanggaran yang lain,” kata Agus.
Meskipun demikian, Agus menegaskan bahwa penegakan hukum bukanlah tujuan utama Korlantas Polri. Ia menilai pendekatan edukatif dan humanis tetap menjadi prioritas dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Sejalan dengan itu, Korlantas Polri terus menjalankan program Polantas Menyapa. Program ini menjadi sarana untuk mendekatkan polisi lalu lintas dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas. “Ini bagian daripada upaya-upaya kami untuk melayani masyarakat,” pungkasnya.






